**Borneonews - Surabaya**, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, yang lebih dikenal sebagai Bank Jatim, baru saja menyalurkan pembiayaan berupa kredit resi gudang dengan total nilai mencapai Rp150 miliar kepada PT Pabrik Gula (PG) Rajawali I. Langkah ini diambil guna meningkatkan produksi gula dalam negeri serta mendukung ketersediaan pasokan gula nasional.
Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah Bank Jatim, R Arief Wicaksono, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen institusinya untuk berperan sebagai mitra strategis pemerintah. Tujuannya adalah untuk mendukung perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) dan juga perusahaan-perusahaan yang berada di bawah naungannya.
Menurut Arief, penyaluran pembiayaan ini dirancang agar Bank Jatim dan PG Rajawali I dapat tumbuh dan berkembang secara bersamaan melalui fasilitas kredit yang ditawarkan. Ia menjelaskan bahwa pembiayaan ini menggunakan skema kredit *standby* resi gudang yang khusus diperuntukkan bagi komoditas gula kristal putih dengan total plafon kredit yang sama, Rp150 miliar.
Dengan adanya fasilitas kredit tersebut, pihak bank berharap dapat mendorong peningkatan produksi gula di dalam negeri. Hal ini juga diharapkan ampuh dalam menyerap hasil panen tebu selama periode giling yang telah ditentukan.
Lebih jauh, Arief mengatakan bahwa kartu kredit resi gudang ini diharapkan dapat memberikan keuntungan optimal bagi petani tebu. Dengan demikian, harga hasil panen mereka bisa lebih baik dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan para petani lokal.
Ia menambahkan bahwa sistem resi gudang yang dikelola oleh Bank Jatim dapat memfasilitasi penyaluran kredit bagi dunia usaha. Peminjaman tersebut menggunakan agunan berupa inventori atau barang yang disimpan dalam gudang, yang pada gilirannya akan berkontribusi terhadap stabilisasi harga pasar.
Adapun resi gudang merupakan sebuah instrumen penting yang Memberdayakan petani. Nilai komoditas yang dihasilkan dapat memberikan jaminan ekonomi yang signifikan. Nilai jaminan tersebut, dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pinjaman dari bank atau lembaga keuangan non-bank dengan suku bunga yang lebih rendah.
Melalui sistem resi gudang ini, diharapkan petani, kelompok tani, serta koperasi, serta usaha kecil dan menengah di Indonesia dapat meningkatkan produktivitasnya. Hal tersebut diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan daya saing petani dalam perekonomian nasional, bahkan di pasar global.
Daniyanto, Direktur Utama PG Rajawali I, menambahkan bahwa penyaluran kredit dari Bank Jatim ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan bangsa. Ia menegaskan bahwa sinergi antara sektor industri dan perbankan sangat penting dalam mendorong kesejahteraan petani tebu.
ANTARA
Bank Jatim Salurkan Kredit Resi Gudang Rp150 M untuk PG Rajawali I
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Komentar (0)
Memuat komentar…







