**Borneonews - Indramayu**, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendorong pengembangan pondok pesantren (ponpes) di wilayahnya sebagai pusat pendidikan yang terpadu. Pusat pendidikan ini diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai religius, ilmu pengetahuan, serta teknologi.
Penjabat Gubernur Jabar, Bey Triadi Machmudin, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk memberikan dukungan dan bekerja sama dengan lembaga-lembaga ponpes. Kerjasama ini bertujuan untuk mendorong inovasi serta memperkuat kolaborasi dalam berbagai bidang, termasuk pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sebuah acara peresmian Universitas Darul Ma'arif di Kabupaten Indramayu, Jabar, Bey menekankan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Ia berharap kehadiran universitas yang berbasis pesantren ini dapat menghasilkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam aspek akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.
Bey menegaskan bahwa universitas tersebut harus menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat di Jawa Barat. Ia menambahkan bahwa lembaga pendidikan ini menjadi simbol dari usaha kolektif dalam memajukan pendidikan tinggi di daerah tersebut, sehingga diharapkan akan lahir generasi muda yang kaya akan pengetahuan sekaligus memegang teguh nilai-nilai moral yang sesuai dengan ajaran pendidikan berdasarkan pesantren.
Di sisi lain, Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin, turut menyuarakan pentingnya peran ponpes dalam menghadapi tantangan zaman. Ia menekankan bahwa ponpes perlu berkembang menjadi pusat pendidikan yang lebih dinamis. Ini termasuk pengintegrasian berbagai disiplin ilmu dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat modern.
Wakil Presiden menambahkan bahwa ponpes tidak hanya bertugas menyelenggarakan pendidikan, tetapi juga harus memiliki pusat-pusat kajian dan penelitian untuk mengeksplorasi pemikiran-pemikiran yang telah ada, serta mengembangkan ide-ide tersebut. Ia menegaskan bahwa pemikiran yang ada harus bersifat dinamis dan senantiasa berkembang seiring dengan waktu.
Lebih lanjut, Ma'ruf Amin juga menyoroti urgensi bagi ponpes untuk merespons berbagai perkembangan di bidang seperti ekonomi dan kedokteran. Perkembangan yang sangat cepat dalam kedua bidang ini memerlukan perhatian khusus agar ponpes tidak tertinggal dalam mengikuti perubahan yang terjadi.
Akhirnya, ia menyimpulkan bahwa pesantren harus terus beradaptasi dan berkembang, terutama dalam menghadapi dinamika di sektor ekonomi yang sangat cepat. Dengan banyaknya produk yang dihasilkan, ponpes perlu menyikapi perkembangan ini dengan bijaksana. Begitu juga di bidang kedokteran, di mana penemuan-penemuan baru terus bermunculan dan harus diikuti oleh lembaga pendidikan ini.
ANTARA
Pemprov Jabar Dukung Pondok Pesantren Jadi Pusat Pendidikan Terpadu
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap, Wakil Ketua III DPRD Kalteng Minta Masyarakat Waspada
Jaringan Peredaran Kayu Ilegal Didalami Pihak Kemenhut
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







