MEDAN –
**Borneonews - Medan**, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menginformasikan bahwa Bendungan Lausimeme yang terletak di Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, memiliki kemampuan untuk mengendalikan banjir di Kota Medan. Bendungan ini dirancang sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir di wilayah Medan. Direktur Jenderal SDA Kementerian PUPR, Bob Arthur Lombogia, menjelaskan bahwa dengan adanya bendungan, aliran air dari Sungai Deli dan Sungai Sikambing dapat dikelola secara lebih efektif. Ini bertujuan untuk mengatur debit air yang mengalir menuju Kota Medan. Untuk mendukung pengendalian debit air dari kedua sungai tersebut, pihaknya berencana untuk mengoptimalkan *floodway* Deli-Percut. Selain itu, tahun ini akan dilaksanakan pembangunan *floodway* dari Sungai Sikambing yang mengarah ke Belawan. Dengan demikian, pengurangan aliran dari Sungai Deli ke Percut dan ke arah Belawan diharapkan dapat mengatasi masalah banjir yang kerap melanda Kota Medan. Bendungan Lausimeme ini juga diharapkan dapat mengurangi sekitar 1.294 hektare area yang terancam genangan banjir, yang setara dengan hampir 40 persen dari total kawasan yang terdampak. Selain itu, bendungan tersebut akan berkontribusi dalam menyediakan irigasi untuk lahan pertanian seluas 3.000 hektare di wilayah hilir. Bob menegaskan pentingnya pemeliharaan Bendungan Lausimeme agar dapat beroperasi dengan baik selama masa umur rencananya yang mencapai 50 tahun. Ia mengajak semua pihak untuk memastikan tonggak tersebut bisa dilampaui, mengingat kondisi lingkungan dan aliran sungai yang dapat memengaruhi usia bendungan. Peresmian Bendungan Lausimeme dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, menjadikannya sebagai bendungan ke-47 yang diresmikan selama satu dekade kepemimpinannya. Presiden mengungkapkan bahwa proyek ini telah berjalan sejak tahun 2018 dan menghabiskan anggaran sebesar Rp1,76 triliun. Bendungan ini diharapkan memberikan dampak positif yang luas untuk masyarakat, termasuk mengurangi risiko banjir di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, serta menyediakan pasokan air baku untuk kedua wilayah tersebut, yang sekaligus berguna untuk mengairi lahan pertanian di sekitar waduk. ANTARA