**Borneonews - Jayapura**, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura, yang berlokasi di Papua, mengeluarkan pernyataan tegas menyikapi tindakan teror yang terjadi di kantor media *Jubi* pada tanggal 16 Oktober. Insiden tersebut dianggap sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers di wilayah tersebut.
Ketua AJI Jayapura, Lucky Ireeuw, menekankan pentingnya penyelidikan menyeluruh terhadap kasus ini. Ia berharap aparat kepolisian dapat segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas teror tersebut. "Kami meminta agar kasus ini dapat diusut tuntas dan diharapkan pihak kepolisian dapat mengungkapkan pelaku teror," ujarnya.
Lebih lanjut, Ireeuw menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendampingi proses hukum yang berlangsung agar dapat mengungkap alasan di balik tindakan teror yang dilakukan terhadap media *Jubi*. Ia menggarisbawahi bahwa ini bukanlah kali pertama teror terhadap media tersebut terjadi. Sejak tahun 2021, *Jubi* telah mengalami insiden serupa sebanyak tiga kali.
Insiden pertama melibatkan upaya pembakaran kendaraan milik pimpinan *Jubi*, Juni Victor Mambor. Selanjutnya, terdapat pula upaya pembakaran rumah yang juga merupakan milik Victor Mambor. Terakhir, terjadi teror berupa pelemparan bom molotov ke kantor *Jubi* yang berada di Jalan SPG Taruna Waena, Kota Jayapura, sekitar pukul 03.15 WIT. Pelemparan ini diduga dilakukan oleh dua orang yang menggunakan sepeda motor.
Akibat dari insiden tersebut, dua mobil operasional milik *Jubi* yang terparkir di halaman kantor mengalami pembakaran dan kerusakan parah. Kepala Kepolisian Sektor Kota Heram, Iptu Bernadus Ick, mengkonfirmasi bahwa benda yang menyebabkan kebakaran pada kedua mobil tersebut adalah bom molotov. "Ini adalah bom molotov yang digunakan di Kantor Redaksi *Jubi*," ujarnya.
Dengan meningkatnya kasus serangan terhadap media, AJI Jayapura menekankan perlunya perlindungan yang lebih baik bagi jurnalis dan kebebasan pers di Papua.
ANTARA
AJI Jayapura Kecam Teror terhadap Kebebasan Pers di Papua
Bagikan:

JAYAPURA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Komentar (0)
Memuat komentar…







