BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Seluruh Kalimantan Selatan (Kemenkumham Kalsel) baru-baru ini telah melaksanakan acara bertajuk *Immigration Goes to Campus*. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan wawasan mengenai isu-isu keimigrasian kepada mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang berlokasi di Banjarmasin. Acara ini dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel, Jumadi, yang menekankan pentingnya pemahaman keimigrasian bagi generasi muda. Dalam sambutannya, Jumadi mengungkapkan, "Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai keimigrasian kepada mahasiswa." Ia menekankan bahwa mahasiswa sebagai calon pemimpin di masa depan perlu memiliki pengetahuan yang mendasar tentang tugas dan fungsi keimigrasian serta dokumen-dokumen terkait dengan imigrasi yang berlaku di Indonesia. Lebih jauh, Jumadi berharap bahwa kegiatan ini dapat menciptakan sinergi yang baik antara lembaga pemerintah dan institusi pendidikan di Kalimantan Selatan. Ia juga memandang kegiatan ini sebagai upaya yang penting untuk dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Sosialisasi mengenai keimigrasian merupakan bagian dari Rencana Aksi Direktorat Jenderal Imigrasi, yang dirancang untuk meningkatkan penyebaran informasi tentang keimigrasian, termasuk mengenai *electronic passport* kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan imigrasi serta memperbaiki pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang berasal dari sektor keimigrasian. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Dekan 3 Fakultas Hukum ULM, Anang Shophan Tornado, memberikan apresiasi kepada Kemenkumham Kalsel atas kepercayaan yang diberikan kepada kampus mereka sebagai tuan rumah untuk kegiatan *Immigration Goes to Campus*. Sebagai narasumber, Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Kalsel, Junita Sitorus, menyampaikan pengetahuan umum mengenai keimigrasian beserta tugas serta fungsi yang ada di dalamnya. Selain itu, Kasubsi Pemeriksaan Keimigrasian dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Azita Febriani, juga memberikan materi terkait dengan *electronic passport*, yang menjadi perhatian penting di era digital ini. Dengan dihadiri oleh 342 mahasiswa dari Fakultas Hukum ULM, kegiatan ini diharapkan bukan hanya menjadi sumber ilmu, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemahaman keimigrasian di kalangan generasi muda. ANTARA