SEMARANG –
**Borneonews - Kudus**, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, yang terletak di Jawa Tengah, sedang melakukan pendampingan kepada empat desa wisata agar dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Keempat desa wisata tersebut adalah Desa Kaliwungu, Desa Menawan, Desa Japan, dan Desa Kesambi. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Mutrikah, masing-masing desa memiliki potensi yang unik. Desa Kaliwungu terkenal dengan *geboyok* ukirnya, sedangkan Desa Menawan memiliki keunggulan dalam agrowisata, serta pengelolaan sampah dan lingkungan yang baik. Di sisi lain, Desa Japan memiliki *potensi wisata air* tiga rasa, tanaman kopi, serta buah khas seperti jeruk pamelo, pisang byar, dan alpukat. Desa Kesambi juga menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengembangkan potensi wisata. Masyarakat di desa ini saat ini tengah mengelola embung desa yang direncanakan akan dijadikan tempat pemancingan ikan. Pengunjung dapat menikmati pengalaman memasak langsung ikan yang mereka tangkap, sekaligus mencicipi kuliner khas setempat yang juga memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh. Pendampingan yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini bekerjasama dengan lembaga konsultan Desa Wisata Institute dari Yogyakarta dan akan berlangsung selama dua bulan. Proses pendampingan dimulai pada 7 Oktober 2024, dan diawali dengan agenda fokus grup diskusi yang dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah desa, pengelola desa wisata, serta beberapa organisasi perangkat daerah yang berwenang. Dalam pendampingan ini, desa-desa wisata tidak hanya akan mendapatkan bantuan dalam hal penguatan kelembagaan, tetapi juga akan dilatih dalam digital marketing, penataan potensi wisata, pemetaan masalah, serta penyusunan paket wisata yang menarik. Upaya untuk mengembangkan kerajinan lokal juga akan dilakukan agar bisa dijadikan cenderamata yang dapat dibawa pulang oleh pengunjung dan menjadi oleh-oleh khas dari desa tersebut. Potensi desa wisata tidak hanya terbatas pada daya tarik wisata semata. Rencana jangka panjang juga mencakup pengembangan sumber daya alam, budaya, atraksi wisata, kearifan lokal, dan kerajinan tangan yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Kepala Dinas berharap agar keempat desa wisata ini dapat menjadi contoh yang baik untuk ditiru dan dianggap layak untuk dikunjungi. Selain itu, pemberdayaan masyarakat di desa diharapkan bisa mendorong inovasi dan kreativitas, serta menghasilkan produk yang dapat dipasarkan sebagai daya tarik wisata atau sekadar dinikmati wisatawan selama mereka berinteraksi di lingkungan desa, maupun sebagai oleh-oleh. Harapannya, pengembangan potensi tersebut akan membantu menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan kunjungan ke Kudus, sehingga dapat memunculkan potensi seni dan budaya daerah yang dapat dijadikan daya tarik wisata yang lebih luas. ANTARA