BORNEONEWS, Pangkalan Bun - “Semasa aku bayi selalu diberi asi, makanan bergizi dan imunisasi. Berat badanku ditimbang selalu, posyandu menunggu setiap waktu.” Ingatkah dengan sepenggal lirik ini? Lagu ini menunjukkan peran besar posyandu dalam tumbuh dan kembang anak.

Pos Pelayanan Terpadu atau lebih dikenal sebagai posyandu, merupakan lembaga kemasyarakatan desa yang menjadi wadah bagi masyarakat dalam berkontribusi untuk peningkatan kesejahteraan dalam bidang kesehatan. Meski identik dengan bayi dan balita, kegiatan posyandu saat ini mendorong layanan sosial dari sisi kesehatan untuk seluruh siklus hidup masyarakat.

Kader kesehatan yang berasal dari warga masyarakat bekerja dengan sukarela untuk menjadi garda terdepan dalam peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah kerja Posyandu. Peran pentingnya tentu saja membutuhkan keterampilan dan kapabilitas yang membantu mengoptimalkan pelayanan masyarakat.

Wujud komitmen dalam kontribusi publik terhadap kesehatan masyarakat sekitar mendorong PT Gunung Sejahtera Puti Pesona (GSPP), perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Kalteng ini berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah untuk meningkatkan kualitas layanan posyandu.

“Kunjungan rutin sering dilakukan, entah bantuan PMT atau pembinaan ibu-ibu posyandu di sini. Harapannya kan biar kader posyandu juga bisa tingkatkan pengetahuan dan keterampilannya ketika melayani warga setempat,” ungkap Kepala Desa Kebun Agung, Rohiman, dalam rilis yang disampaikan manajemen PT. GSPP kepada Borneonews, pada Rabu, 16 Agustus 2024.

PT GSPP secara konsisten melakukan pembinaan kader posyandu dan posbindu (pos pembinaan terpadu) untuk mewujudkan masyarakat sehat dan mandiri melalui intergrasi layanan primer dan zero stunting. Dengan melibatkan 5 desa, PT GSPP tidak hanya mengembangkan kualitas sumber daya manusia, namun juga pelayanan kesehatan dan gizi anak serta ibu.

“Stunting menjadi isu utama dalam kesehatan di tengah masyarakat, ini menjadi fokus utama dalam peningkatan kualitas layanan posyandu sebagai salah satu garda terdepan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat,” kata dr. Fitri Handayani, Kepala Puskesmas Semanggang.

Tidak hanya itu, menurutnya, melalui integrasi dan revitalisasi layanan primer ini turut memperkuat pelayanan kesehatan baik posyandu juga posbindu (pos pelayanan terpadu). Untuk mengoptimalkan pemantauan wilayah dengan sasaran seluruh siklus hidup, peran penting kader posyandu dibutuhkan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar di masyarakat.

“Mendukung transformasi pelayanan kesehatan ini, kami memfasilitasi pengembangan sumber daya manusia juga pemberian gizi masyarakat sekitar. Peningkatan kesehatan masyarakat tentunya akan menciptakan lingkungan sehat bagi generasi penerus bangsa serta mencerminkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Azizul Husni Reza, Administratur PT GSPP.

Transformasi pelayanan kesahatan di posyandu dan posbindu tidak hanya berfokus pada proses administrasi, pelayanan dan penyuluhan kesehatan serta validasi data kesehatan. Lebih dari itu, kader posyandu melakukan kunjungan rumah, kelas ibu hamil serta kelas balita. (DANANG/j)