BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pendidikan seks terhadap anak sejak dini dinilai penting. Hal ini dikarenakan agar anak-anak mengetahui dan memahami perilaku seksual yang benar supaya mencegah terjadinya pelecehan hingga kekerasan seksual terhadap anak.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Ema pada Rabu, 16 Oktober 2024.
Dia menyampaikan, dari Data UPTD PPA Dinas DP3AP2KB Kabupaten Kobar pada bulan September 2024 mencatat adanya sebanyak 7 kasus kekerasan terhadap anak, dimana 2 diantaranya adalah kekerasan seksual.
Akrab disapa Bunda Ema, ia menuturkan, bahwa edukasi seksual diberikan sejak dini oleh orang tua diperuntukkan agar anak-anak tidak salah mendapatkan informasi terkait seksual dari sumber yang tidak dipercaya.
"Inilah peran orang tua dalam mengedukasi anaknya, anak akan lebih bertanggung jawab terhadap diri sendiri, misalkan memberikan pemahaman tentang biologis antara perempuan dan laki, dan apa yang tidak boleh disentuh, apa yang harus dilakukan, dan sebagainya," tuturnya.
Lewat pemberian edukasi seks tersebut, tidak hanya memberikan pemahaman terkait seksual. Namun, anak bisa mengerti bahwa ternyata orang tua dapat diajak diskusi seputar seks.
Para orang tua perlu menjalin hubungan yang senyaman mungkin kepada anak, seperti memberitahukan mana saja yang menjadi privasi bagi anak dan orang tua, memberikan tayangan televisi ataupun YouTube sesuai usia.
"Ciptakan komunikasi terbuka, nyaman dengan anak, sehingga anak dapat menyampaikan hal yang ia rasakan dan tidak malu curhat kepada orang tuanya," ucapnya. (NURITA/j)









