BORNEONEWS, PALANGKA RAYA -- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah HM Sriosako menilai bahwa terkait pernyataan gubernur terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang masuk pengurus/anggota Dayak Misik sebenarnya bertujuan baik.
“Sepengetahuan saya gubernur malah sangat mendukung program Dayak Misik bahkan hal itu juga bagian dari visi dan misi pembangunan. Dalam hal larangan bagi ANS untuk masuk sebagai pengurus inti, maksud gubernur adalah agar bagi ASN bisa lebih fokus pada tugas utamanya sebagai pegawai negeri dan itu wajar kalau pimpinan memerintah agar aparatur pemerintah mengutamakan tugas pelayanan kepada masyarakat sebagai ASN. Gubernur tidak anti Dayak Misik,”ucap HM Sriosako di DPRD Kalteng, Rabu (31/8).
Dikatakan Politisi Demokrat Kalteng ini, harapan agar semua ASN bekerja fokus pada tugas ASN semata-mata ingin program pembangunan yakni visi dan misi lima tahun kedepan cepat selesai/tercapai yakni untuk percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalteng.
“Kalau semua ASN disibukkan dengan urusan di luar tugas utama sebagai ASN, tentu akan berpengaruh pada kinerja pelayanan kepada masyarakat. Ya kalau bisa membagi waktu dan semua kegiatan/tugas yang diemban selesai semua dengan cepat tidak masalah, tapikan kemampuan setiap orang terbatas,” katanya.
Menurut Sako, bahwa semua aparatur sipil negara (ASN) memang sebaiknya mengutamakan tugasnya sebagai ASN sehingga tugas sebagai ASN tidak terganggu dengan hal-hal yang lainya.
“Saya yakin maksud gubernur itu baik, dan kami tahu itu. Tidak ada gubernur tidak suka dengan program Dayak Misik, padangan itu keliru sebab saat sebelum jadi gubernur Pak Sugianto malahan komitmen untuk mendukung program Dayak Misik agar cepat selesai,” katanya.








