**Borneonews - Bekasi**, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan inisiatif yang bertujuan untuk mengatasi stunting melalui program Gerakan Sehat Atasi Stunting (*Getas*). Acara peluncuran ini berlangsung di Aula Universitas Presiden, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan menggandeng mitra kerja Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) PT Jababeka Infrastruktur.
Peluncuran ini diisi dengan seminar kesehatan yang fokus pada pencegahan masalah tumbuh kembang anak, yang dihadiri oleh sekitar 120 ibu yang menjadi karyawati aktif di kawasan industri Jababeka. Pada kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas Kepala BKKBN Sundoyo menekankan pentingnya kesadaran akan pola hidup sehat, terutama bagi ibu hamil dan menyusui, khususnya bagi para ibu yang tetap menjalani rutinitas pekerjaan.
Sundoyo menjelaskan bahwa salah satu langkah pencegahan stunting adalah dengan meningkatkan kewaspadaan calon pengantin dan ibu hamil terkait kesehatan mereka. Ia juga mengingatkan pentingnya imunisasi agar anak-anak terhindar dari risiko stunting di masa mendatang.
Pada seminar itu, Sundoyo memberikan edukasi kepada ibu-ibu aktif agar memperhatikan empat aspek utama dalam pencegahan stunting, mulai dari masa kehamilan hingga setelah kelahiran. Ia menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan dan asupan makanan bergizi bagi calon pengantin dan ibu hamil harus dilakukan secara rutin. Langkah ini merupakan salah satu tindakan primer sebelum bayi lahir.
Selain itu, Sundoyo menjelaskan bahwa setelah melahirkan, penting untuk memberikan ASI eksklusif dan memastikan imunisasi dasar lengkap bagi bayi. Ia juga mengingatkan bahwa setelah bayi berumur lebih dari enam bulan, asupan makanan bergizi yang seimbang harus dipenuhi. Jika anak menghadapi kesulitan dalam makan, upaya untuk memperbaiki pola makan juga harus dilakukan.
Sundoyo mengingatkan bahwa kualitas air bersih dan sanitasi lingkungan juga memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan anak, sehingga perlu menjadi perhatian bersama.
Penjabat Bupati Bekasi, Dedi Supriyadi, memberikan apresiasi kepada BKKBN dan PT Jababeka atas komitmen mereka dalam membantu pemerintah daerah dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting. Ia berharap kolaborasi ini dapat berlanjut dan diperkuat untuk mencapai target penurunan kasus stunting yang lebih baik.
Berdasarkan data E-PPGM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, angka prevalensi stunting di Kabupaten Bekasi menunjukkan penurunan yang signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021, prevalensi stunting tercatat sebesar 21,5 persen. Jumlah ini berhasil ditekan menjadi 17,8 persen pada akhir tahun 2022 dan lebih jauh lagi menjadi 13,8 persen di tahun 2023, meskipun angka untuk tahun ini masih dalam proses penghitungan.
Dedi Supriyadi juga mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam menurunkan angka stunting dengan harapan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembang anak, sehingga mereka bisa menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan kompetitif.
Dalam acara seminar kesehatan tersebut, Direktur PT Jababeka Infrastruktur, Vega Violeta, mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan 1.000 paket bantuan kepada keluarga yang berisiko stunting di kawasan perusahaan, berkolaborasi dengan puskesmas di empat kecamatan setempat.
Vega menambahkan bahwa program *Getas* tidak semata-mata hanya soal pemberian bantuan, tetapi juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting. Perusahaan akan terus mendukung upaya pemerintah dalam mencapai *new zero stunting*, salah satunya melalui seminar edukasi ini.
ANTARA
BKKBN Luncurkan Program Atasi Stunting untuk Kesehatan Anak di Bekasi
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla di Jalan Pemuda Kuala Kapuas, Api Dekati Rumah Warga dan Terkendala Air
Pria Angkut BBM Subsidi 1.000 Liter di DAS Kapuas Diringkus Ditpolairud Polda Kalteng
Kalbe Consumer Health dan Kobar Berbagi Bagikan Ribuan Masker dan Vitamin di Pangkalan Bun
Tim Damkar Kodam XXII Tambun Bungai Lanjutkan Pemadaman Api di Kalampangan
10 Rumah Warga Terbakar di Kawasan Pasar Muara Uya Tabalong
DPRD Kobar Apresiasi Pasar Murah Pemkab untuk Bantu Warga dan Tekan Inflasi Pangan
Komentar (0)
Memuat komentar…







