**Borneonews - Jakarta**, Pengamat pertanian yang tergabung dalam Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, menyampaikan bahwa program *food estate* atau lumbung pangan yang akan dilanjutkan oleh pemerintahan mendatang harus dirancang dengan perencanaan yang sangat matang. Menurutnya, penting agar kebijakan ini tidak mengalami kesalahan yang sama seperti yang terjadi di masa lalu.
Dalam pernyataan yang disampaikan di Jakarta pada Rabu, Khudori mengingatkan bahwa pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa proyek *food estate* yang dilakukan secara terburu-buru dan tanpa ada perencanaan yang baik sering kali berakhir gagal. Dia menjelaskan bahwa inisiatif *food estate* sudah dimulai sejak tahun 1970-an, ketika pemerintah mencoba membuka lahan yang sangat luas untuk pertanian, umumnya dengan metode monokultur. Namun, hingga saat ini, pencapaian yang bisa dianggap sebagai keberhasilan dari skema ini masih sangat minim.
Lebih lanjut, Khudori menekankan bahwa pelaksanaan program *food estate* harus didasarkan pada pengecekan yang mendalam terhadap berbagai faktor, termasuk kondisi tanah, iklim, serta faktor sosial ekonomi yang ada di wilayah tersebut. Ia juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan dampak lingkungan agar tidak terjadi kerusakan ekosistem yang dapat berakibat negatif di masa depan.
Menurut Khudori, pemerintah perlu menunjukkan kesabaran dan tidak bereaksi tergesa-gesa untuk mendapatkan hasil yang instan. Dia menekankan bahwa membuka lahan baru dari hutan membutuhkan waktu, di mana proses ini melalui beberapa musim tanam yang penuh tantangan, baik dengan kemungkinan kegagalan maupun keberhasilan yang terbatas. Prosesnya harus dilalui secara berurutan, ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua hasil bisa dipetik dalam periode tiga sampai lima tahun dari masa pemerintahan. Namun, jika dilakukan dengan benar, program ini dapat memberikan fondasi yang kokoh bagi pemerintahan yang akan datang, terlepas dari siapa presiden yang memimpin.
Swasembada pangan menjadi salah satu visi utama dalam program Asta Cita dari presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Beberapa rencana kerja yang akan dilaksanakan termasuk melanjutkan serta menyempurnakan program kawasan sentra produksi pangan atau *food estate* yang berkelanjutan, terutama untuk komoditas utama seperti padi, jagung, singkong, kedelai, dan tebu.
Target yang ditetapkan adalah untuk mencapai minimal tambahan 4 juta hektare luas panen tanaman pangan pada tahun 2029.
ANTARA
Rencana Matang Penting untuk Keberhasilan Program Food Estate
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Komentar (0)
Memuat komentar…







