BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kakek Alif, 63) warga Desa Wonorejo, RT 06, RW 02, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau yang ditemukan warga setempat dalam kondisi tak bernyawa dan tergantung pada pelepah pohon sawit, diduga bunuh diri karena tak tahan dengan penyakit hepatitis dan koleksitis akut yang diidapnya sejak lama.
Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya jejak rekam medik yang dikeluarkan Rumah Sakit Medika Husada Pangkalan Bun tentang penyakitnya tersebut yang ditemukan Penyidik Satreskrim Polres Lamandau di tempat tinggalnya beberapa saat usai penemuan mayat. Selain itu diperkuat pula dari sejumlah keterangan warga setempat yang mengetahui bahwa korban sering mengeluhkan rasa sakit yang diidapnya.
Korban pertama kali ditemukan oleh warga bernama Nini Suwarni, di perkebunan Sawit milik Badriyah dalam posisi tergantung dengan sehelai sarung pada pelepah pohon sawit sekitar pukul 08.30 WIB. Kala itu, Nini Suwarni berniat untuk mencari daun singkong untuk lalapan.
Nini Suwarni dan sejumlah warga yang berdatangan ke TKP juga menjelaskan, korban di pagi hari terlihat sepertu biasa. Bahkan beberapa jam sebelum korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, korban sempat mendatangi tetangganya bernama Zainal mengeluh tidak enak badan dan meminta Zainal untuk mengerok punggungya.
Namun beberapa lama setelah dikerok korban lantas pergi entah ke mana. Hingga akhirnya, tak disangka jika korban ditemukan tak bernyawa dengan posisi tergantung di pelepah pohon sawit yang lokasinya sekitar 100 meter dari tempat tinggal korban.
"Untuk sementara, berdasarkan sejumlah petunjuk, keterangan saksi-saksi serta bukti-bukti, kita menduga bahwa korban A gantung diri," ungkap Kapolres Lamandau AKBP. Johanes Pangihutan Siboro, melalui Kasatreskrim Goy Sutanto.
Goy menambahkan, beberapa petunjuk kuat korban diduga tewas gantung diri antara lain ditemukannya sejumlah petunjuk seperti rekam medik korban yang sudah sejak lama mederita penyakit Hepatitis dan koleksitis akut.
"Ditambah lagi sejumlah keterangan dari saksi-saksi selama ini mengetahui bahkan sering melihat korban mengeluhkan penyakitnya yang tak kunjung sembuh," katanya.
Beberapa petunjuk lain, sebutnya, dari hasil olah TKP, korban ditemukan tergantung dengan sehelai sarung pada tinggi pelepah buah kelapa sawit dari tanah adalah sekitar 190 cm, sementara tinggi badan korban 155 cm.
Selain itu berdasarkan hasil visum RSUD Lamandau, diketahui di tubuh korban tidak ditemukan adanya luka atau bekas benturan benda tajam maupun benda tumpul. Hanya saja di sekitar leher dan punggung ditemukan luka lebam serta berwarna hitam kecoklatan akibat jeratan kain.
"Dalam bagian kepala tidak ditemukan gangguan atau luka. Hanya saja di bagian hati terdapat pembengkakan yang diduga korban mempunyai riwayat penyakit hati sebelum meninggal. Adapun tubuh korban berwarna kuning diduga korban sedang dalam keadaan sakit di bagian hati atau di bagian livernya," sebutnya. (HENDI NURFALAH/m)








