JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penguatan pada Rabu sore, dipimpin oleh saham-saham dari sektor teknologi. Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat sebesar 21,98 poin atau setara dengan 0,29 persen, menempatkannya di level 7.648,93. Dalam kelompok indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham unggulan, terjadi peningkatan sebesar 0,60 poin atau 0,06 persen, dengan posisi di angka 949,21. Menurut analisis yang disampaikan oleh Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, bursa regional Asia hari ini mengalami pergerakan *mixed* atau variatif. Pasar tampak tengah memperhatikan arah pergerakan selanjutnya, dengan fokus pada rilis laporan keuangan emiten yang akan diumumkan untuk kuartal ketiga tahun ini. Di samping itu, pelaku pasar juga memberikan perhatian terhadap pernyataan terbaru anggota dewan Bank of Japan, Seiji Adachi, yang menyebutkan bahwa sudah terdapat kondisi untuk menormalkan kebijakan moneter. Namun, ia juga menekankan pentingnya bank sentral untuk meningkatkan suku bunga secara sangat moderat. Gubernur bank sentral Jepang, Kazuo Ueda, menambahkan bahwa para pembuat kebijakan di Jepang memiliki cukup waktu untuk mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi pasar keuangan dan pasar modal, baik di dalam negeri maupun luar negeri, setelah melakukan penyesuaian suku bunga pada bulan Maret dan Juli 2024. Di sisi lain, pasar juga sedang menanti kabar mengenai pengumuman paket stimulus yang direncanakan oleh pemerintah China. Menteri perumahan negara tersebut akan mengadakan konferensi pers esok hari, Kamis (17/10), yang diperkirakan akan memberikan informasi penting bagi investor. Dari dalam negeri, ada sentimen positif yang muncul menyusul adanya pembekalan dan pertemuan calon menteri dari Presiden Prabowo. Hal ini turut mempengaruhi psikologi pasar. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada hari yang sama juga menghasilkan keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6 persen. Sesi perdagangan pada Rabu (16/10) dibuka dengan catatan positif, dan IHSG terus berada di teritori hijau hingga penutupan sesi pertama. Di sesi kedua, IHSG kembali menunjukkan pergerakan yang baik dan bertahan di zona positif hingga akhir perdagangan saham. Berdasarkan data dari Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menunjukkan penguatan, dengan sektor teknologi memimpin kenaikan sebesar 1,00 persen. Selanjutnya, sektor properti dan sektor infrastruktur masing-masing naik sebesar 0,91 persen dan 0,71 persen. Meski demikian, ada empat sektor yang mengalami penurunan, di mana sektor barang konsumen non-primer tercatat mengalami penurunan paling dalam, yakni minus 0,81 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor energi yang masing-masing turun sebesar 0,40 persen dan 0,30 persen. Beberapa saham yang mengalami penguatan signifikan antara lain CITY, DNAR, LUCK, NASI, dan TOTL. Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar meliputi MANG, MSIN, BCIP, UNIQ, dan DEWI. Frekuensi perdagangan saham pada hari ini tercatat sebanyak 1.240.010 kali transaksi, dengan total volume yang diperdagangkan mencapai 22,03 miliar lembar saham, bernilai Rp11,60 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 320 saham mengalami kenaikan, 245 saham mengalami penurunan, dan 231 saham tidak menunjukkan perubahan nilai. Di bursa saham regional Asia menjelang akhir perdagangan, indeks Nikkei tercatat melemah 657,80 poin atau 1,65 persen ke angka 39.252,80. Sementara itu, indeks Hang Seng mencatat penguatan sebesar 182,98 poin atau 0,90 persen menjadi 20.501,76, sedangkan indeks Shanghai dan indeks Straits Times masing-masing menguat sebesar 12,71 poin atau 0,40 persen ke angka 3.214,01 dan 15,27 poin atau 0,42 persen ke angka 3.610,73. ANTARA