JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pengawasan terhadap informasi nilai gizi yang tertera pada produk olahan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam memilih makanan. Ima Ananda selaku Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Pelaku Usaha Olahan Pangan Badan POM RI menyatakan bahwa masyarakat harus lebih teliti dalam membaca informasi yang terdapat pada kemasan sebelum melakukan pembelian. Dalam suatu acara *Webinar* bertajuk Keamanan Pangan untuk Konsumen Cerdas yang diselenggarakan secara daring, Ima menjelaskan bahwa informasi nilai gizi (ING) ini berisi daftar kandungan zat gizi serta non-gizi yang terkandung dalam produk pangan olahan. ING berfungsi sebagai acuan dalam memilih pangan yang layak dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini sangat relevan bagi individu yang memiliki masalah kesehatan, seperti hipertensi atau diabetes. Mereka perlu sangat berhati-hati dalam mengonsumsi makanan olahan agar tidak membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi setiap produsen untuk mencantumkan informasi ini pada kemasan alias produk mereka. Ima memberikan contoh bagi penderita hipertensi yang ingin menikmati camilan. Mereka perlu memperhatikan jumlah natrium (garam) yang terdapat dalam produk tersebut agar dapat memilih yang memiliki kadar lebih rendah. Demikian pula bagi penderita diabetes, yang perlu membatasi asupan gula harian mereka untuk menjaga kesehatan. Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL) perlu diatur dengan bijak karena berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Menurut Ima, terdapat rekomendasi konsumsi yang sebaiknya dipatuhi oleh masyarakat. Rekomendasi tersebut mencakup asupan gula sebanyak 4 sendok makan, garam 1 sendok teh, dan lemak hingga 5 sendok makan per hari. Pentingnya informasi ING pada kemasan tidak hanya terletak pada kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga sebagai bentuk komunikasi antara produsen dan konsumen. Dengan adanya informasi tersebut, konsumen dapat memahami lebih baik tentang kandungan gizi dari produk yang mereka beli dan memilih produk sesuai kebutuhan mereka sehari-hari. ANTARA