JAKARTA –
**Borneonews - Indramayu**, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengusulkan agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengkaji kembali kebijakan moratorium yang membatasi pembukaan program studi (prodi) di perguruan tinggi. Pendapat ini disampaikan Wapres setelah melakukan peresmian Universitas Darul Ma'arif di Indramayu, Jawa Barat. Menurut Ma’ruf, masyarakat sepatutnya diberikan kesempatan yang lebih luas untuk mengakses pendidikan tinggi, terutama pada prodi yang dinilai sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Ia menyatakan, “Jika terdapat prodi yang memang relevan dengan kebutuhan masyarakat, saya berharap kementerian tidak melanjutkan moratorium ini, agar semua individu memiliki akses yang sama dan tidak ada yang terhambat dalam mendapatkan pendidikan.” Ia menekankan bahwa aturan moratorium yang berlaku saat ini seharusnya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menjangkau program studi yang relevan dan memberikan manfaat besar di saat ini. Dalam istilah yang lebih sederhana, ia mengharapkan agar tidak ada individu yang terhalang oleh kebijakan yang sebagai hasilnya justru menghalangi akses terhadap ilmu pengetahuan yang sangat dibutuhkan. Sebelumnya, Ketua Pembina Yayasan Darul Ma’arif, Dedi Wahidi, juga mengungkapkan keprihatinan mengenai moratorium tersebut dalam laporan yang disampaikan pada acara yang sama. Ia menjelaskan, mahasiswa yang terpaksa mengambil prodi yang tidak mereka minati dapat berakhir dengan rasa frustrasi. Dedi kemudian meminta agar moratorium pada prodi yang banyak diminati oleh mahasiswa segera dicabut. “Penting bagi kita untuk mencabut moratorium pada program studi yang banyak diminati agar tidak menghambat upaya untuk mencerdaskan bangsa, terutama dalam rangka menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Selain itu, perguruan tinggi yang tidak beroperasi sebaiknya segera ditertibkan,” tambahnya. Dalam sesi tanya jawab dengan awak media, Dedi menjelaskan bahwa banyak program studi unggulan, seperti di bidang ekonomi, hukum, dan sosial politik, saat ini masih terhambat moratorium. “Prodi-prodi yang diminati oleh banyak calon mahasiswa masih dalam rencana moratorium. Mohon untuk mencatat dan memutuskan tentang hal ini agar kami dapat mempercepat pertumbuhan kualitas pendidikan bangsa Indonesia,” ucapnya dengan tegas. ANTARA