BOREONEWS, Sampit - Daun-daun pohon pinus melambai tertiup angin menyambut kedatangan pengunjung di sebuah tempat yang cukup jauh dari kota Sampit. Perlu menempuh waktu kurang lebih 2 jam untuk mencapai sebuah tempat yang terdengar deburan gulungan air dari pintu gerbangnya.
Bangunan berbentuk segitiga dengan arsitektur unik berdiri megah menjadi ciri khas salah satu tempat yang dikelola swasta di tempat wisata andalan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Pantai Ujung Pandaran yang terletak di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kotim, tersebut masih menjadi primadona bagi wisatawan yang berkunjung ke Kotim. Terletak sekitar 85 kilometer dari Kota Sampit, pantai ini menawarkan panorama laut yang memukau serta beragam fasilitas wisata yang dikelola baik oleh pemerintah maupun pihak swasta. Lokasinya yang menghadap Laut Jawa semakin menambah daya tarik bagi wisatawan lokal dan luar daerah, terutama saat musim libur panjang.
Pantai Ujung Pandaran tidak hanya menawarkan pemandangan alam, tetapi juga memiliki objek wisata religi, yaitu makam Syekh Abu Hamid. Ulama ini memiliki garis keturunan dengan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, tokoh penyebar Islam di Kalimantan. Situs makam ini menjadi tempat ziarah yang sering dikunjungi oleh wisatawan, menambah dimensi budaya dan religi di kawasan wisata tersebut.
Pengelolaan kawasan ini dibagi menjadi dua bagian utara yang dikelola pemerintah, dekat dengan perkampungan nelayan, dan area selatan yang dikelola swasta, lengkap dengan berbagai penginapan serta fasilitas pendukung lainnya.
Selama musim libur seperti Lebaran, liburan sekolah, dan tahun baru, jumlah pengunjung pantai meningkat tajam.
"Berdasarkan data terbaru tahun 2024, kawasan wisata yang dikelola pemerintah menerima sekitar 10.500 wisatawan. Jumlah tersebut kemungkinan lebih besar jika digabungkan dengan pengunjung yang memilih fasilitas di area swasta," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim Bima Eka Wardhana, Kamis, 17 Oktober 2024.
Berbagai penginapan tersedia di Pantai Ujung Pandaran. Beberapa diantaranya yang termuat dalam data Disbudpar Kotim yaitu Camp Kobes, Villates, Amamas, Bintang Ujung Pandaran, Kaganangan, Pantai Tebing Kalap, Pantai Jodoh Kalap, dan Devita Resort. Setiap tempat menawarkan harga dan kapasitas yang bervariasi, memberikan pilihan bagi wisatawan dengan kebutuhan dan anggaran berbeda.
Harga penginapan yang yang ditawarkan cukup beragam salah satu pengelola swasta yang berhasil dihimpun tim borneonews.co.id
Camp Kobes menyediakan penginapan betang kecil 600 ribu/malam kapasitas 6 orang, betang kembar 1,5 juta/ malam kapasitas 15 orang, betang besar 2 juta/malam kapasitas 20 orang, barak beton 750 ribu/ malam kapasitas 8 orang, barak kayu 250 ribu/malam, Segitiga kecil 500 ribu/ malam kapasitas 8 orang, betang burung 1 juta/ malam kapasitas 6 orang, betang panjang 800 ribu/ malam kapasitas 8 orang. Segitiga besar yang terdiri dari lantai 1 750 ribu/ malam untuk 1 kamar, lantai 2 600 ribu/ malam untuk 1 kamar, lantai 3 500 ribu/ malam untuk 1 kamar.
Menurut informasi dari pengelola, harga tersebut dapat menyesuaikan kembali ketika musim libur panjang tiba. (DEWI PATMALASARI/J)









