PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan bahwa terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan udara di Kalimantan Tengah selama bulan Agustus 2024 dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Penurunan ini terjadi di hampir semua bandara di wilayah tersebut, kecuali di Bandara H Asan Sampit yang justru mengalami peningkatan jumlah penumpang sebesar 31,49 persen, dari 4.078 orang menjadi 5.362 orang.

"Penurunan jumlah penumpang paling signifikan terjadi di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, dengan penurunan sebesar 9,87 persen, dari 49.699 orang menjadi 44.795 orang," kata Agnes pada Kamis, 17 Oktober 2024.

Sementara itu, Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya juga mengalami penurunan sebesar 6,95 persen, dari 70.416 orang menjadi 65.520 orang. Bandara-bandara lainnya di Kalimantan Tengah mencatat penurunan sebesar 6,87 persen, dari 4.923 orang menjadi 4.585 orang.

Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa penumpang angkutan udara di Kalimantan Tengah terkonsentrasi di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, yang menyumbang 54,48 persen dari total penumpang. Bandara Iskandar Pangkalan Bun mengikuti dengan 37,25 persen, diikuti oleh Bandara H Asan Sampit dengan 4,46 persen, dan bandara lainnya dengan 3,81 persen.

"Selain penumpang, volume arus barang yang melalui bandara di Kalimantan Tengah juga mengalami perubahan," katanya.

Total volume arus barang mencapai 2.116 ton selama Agustus 2024. Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya menjadi yang terbesar dalam distribusi arus barang, dengan kontribusi sebesar 73,96 persen dari total volume.

Bandara Iskandar Pangkalan Bun menyumbang 20,42 persen dari total volume arus barang, sementara Bandara H. Asan Sampit menyumbang 4,58 persen. Bandara-bandara lainnya di Kalimantan Tengah hanya menyumbang 1,04 persen dari total volume arus barang.

Agnes Widiastuti menekankan pentingnya data statistik yang akurat untuk mendukung pengambilan kebijakan yang tepat.

"Kami berharap masyarakat dapat terus memberikan data yang benar dan akurat kepada BPS, sehingga arah kebijakan yang diambil dapat tepat sasaran dan bermanfaat bagi semua pihak," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)