BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Desa Saka Lagun, Kecamatan Pulau Petak memprioritaskan perbaikan jembatan yang menghubungkan jalan tani di desa tersebut.
Kepala Desa Saka Lagun Samsir Alam menjelaskan, kondisi awal jalan tani tersebut sempat memiliki semenisasi dan jembatan yang layak untuk dilalui warga yang memiliki lahan di area persawahan. Namun, saat ini kondisinya sudah banyak yang rusak dan miring.
“Sekarang kondisinya banyak jembatan yang rusak dan miring karena tiangnya sudah tidak kokoh lagi akibat tekanan beban. Kekuatan jembatan tidak bisa menopang jenis kendaraan yang melintasinya, terutama setelah adanya proyek pertanian di daerah ini,” ujarnya, Kamis, 17 Oktober 2024.
Samsir juga menambahkan bahwa dalam perbaikan ini, rencananya akan dibuat sekitar lima jembatan baru untuk menunjang akses jalan tani tersebut.
Setelah jembatan selesai, akan dilakukan pengerasan menggunakan base cross atau hamparan batu agar akses lebih mudah.
“Ini menjadi prioritas kami mengingat jalan tani ini sangat penting bagi para petani,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Urusan Pembangunan, Laili Mansyur, yang mengawasi proyek ini menjelaskan bahwa fisik jembatan yang dibangun bervariasi.
Terdapat jembatan dengan panjang 4 meter dan lebar 2 meter sebanyak satu unit, serta jembatan sepanjang 6 meter dengan lebar 2 meter satu unit, dan tiga jembatan lainnya dengan panjang 3 meter dan lebar 2 meter. Semua jembatan menggunakan bahan dari kayu ulin, termasuk lantai jembatan.
“Seluruh proses pembangunan memperhatikan ketahanan dan kekuatan agar nyaman dilalui oleh para petani,” ucap Laili Mansyur. (DODI/H)









