BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Sepekan setelah tragedi kematian Vina Apriyana (24) dan anaknya, Nur Zahira Zahrany (3) masih menyisakan duka mendalam bagi kedua orang tua dan keluarga terdekat di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan.
“Kami sangat berharap kasus ini segera terungkap dan pihak kepolisian dapat menangkap pelakunya,” ungkap Jambli dengan suara lirih saat ditemui di kediamannya, Kamis, 17 Oktober 2024.
Jambli dan istrinya, Sarinah, tampak terpukul dan masih tidak percaya bahwa anak dan cucunya tewas dengan cara yang begitu kejam.
Sarinah menceritakan bahwa sehari sebelum Vina ditemukan tewas, putrinya masih seperti biasa membantu mereka berjualan sembako, sayuran, dan kue di warung yang berada di sebelah rumahnya.
“Satu hari sebelum kejadian, Vina membantu membungkus kue pesanan. Tidak ada yang aneh, semuanya berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Bahkan sekitar pukul 17.00 Wib, Rabu, 9 Oktober 2024 sore, Vina dan anaknya sudah pulang dari tempat orang tuanya ke kediamannya.
“Saat kembali dari ngantar pesanan kue dan membeli barang keperluan warung, sekitar Pukul 17.00 Wib saya lewat rumahnya, motor Vina terparkir di samping rumah. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan, “ tutur Sarinah.
Namun, kesibukan mengerjakan pesanan kue pada hari kejadian membuat Sarinah tidak sempat lagi mengecek keadaan anak dan cucunya. Hingga, keduanya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di rumah mereka.
Kepergian Vina dan Zahira yang begitu mendadak membuat keluarga terpukul, terutama karena tidak ada tanda-tanda sebelum kejadian.
“Vina merupakan sosok pendiam dan pribadi sedikit tertutup. Selama ini, ia tidak pernah bercerita tentang masalah apa pun yang dihadapinya,” ungkap Sarinah.
Kini, pihak keluarga hanya bisa berharap agar polisi segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal dengan apa yang telah diperbuat kepada anak dan cucunya.
“Harapan kami cuma satu, pelaku pembunuhan Vina dan Zahira segera tertangkap dan dihukum seberat-beratnya,” tegas Jambli.
Sementara itu, Kapolres Seruyan, melalui Kasi Humas Ipda Yudi Hernawan menyampaikan saat ini pihaknya telah mengantongi identitas dari terduga pelaku pembunuhan ibu dan anak ini.
“Selain fokus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku, sejauh ini ada 4 saksi tambahan yang telah dilakukan pemeriksaan dan total ada 12 saksi yang telah di periksa,“ tandasnya. (FAHRUL/j)









