PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Universitas Palangka Raya meluncurkan program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pelatihan pembuatan ecoenzyme di Pondok Pesantren Darul Amin, Minggu, 13 Oktober 2024.

Dalam rilis yang diterima Borneonews pada Kamis, 17 Oktober 2024, program ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah organik melalui pelatihan yang diberikan oleh tim dosen dari berbagai bidang.

Tim ini terdiri atas Apt. Shesanthi Citrariana, M. Pharm. Sci., Siti Ma’rifah, S. Pt., M. Si., Septaria Yolan Kalalinggi, M.Si., dan Ir. Erni Dwi Puji Setyowati, S.T.P., M.Sc.

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam pengelolaan sampah organik. Ecoenzyme, yang merupakan larutan fermentasi dari limbah buah dan sayuran, diajarkan kepada para peserta mulai dari pemilihan bahan baku hingga teknik fermentasi yang tepat. Para dosen juga memberikan informasi mengenai berbagai kegunaan ecoenzyme, seperti sebagai pupuk organik, pembersih alami, dan bahan baku untuk produk ramah lingkungan lainnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan dapat tercipta kesadaran kolektif untuk mengelola limbah organik secara berkelanjutan. Pondok Pesantren Darul Amin diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular dan hidup yang lebih ramah lingkungan.

Rizal, salah satu santri yang mengikuti pelatihan, menyatakan semangatnya. "Kami sangat antusias dengan program ini. Ecoenzyme ini ternyata sangat mudah dibuat dan memiliki banyak manfaat. Kami akan mencoba membuat ecoenzyme sendiri di rumah," tuturnya.

--page

Apt Shesanthi Citrariana, salah satu dosen yang terlibat, menambahkan, bahwa pihaknya berharap pelatihan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

"Dengan memanfaatkan limbah organik, kita dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam," tuturnya.

Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Para santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren menunjukkan minat yang besar dalam pelatihan ini. Diharapkan, pelatihan ini dapat membawa perubahan positif dalam pengelolaan limbah organik di lingkungan mereka. Program ini merupakan langkah awal yang penting dalam menciptakan kesadaran dan keterampilan dalam pengelolaan limbah organik di kalangan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/Y)