KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Langit sore sudah tiba, anak-anak di Kota Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas mulai berdatangan ke Masjid Ar Raudhah untuk mengikuti salat magrib bermajaah yang dilanjutkan dengan belajar mengaji.

Tidak sedikit, setiap malamnya ada puluhan anak bahkan jika semua anak hadir ada sekitar 90 anak yang belajar mengaji di Masjid Ar Raudhah bersama Ustaz Baharuddin.

Ustaz Baharuddin ini sudah menjadi guru mengaji di Kota Kuala Kurun sejak tahun 2004. Sejak saat itu hingga saat ini sudah 20 tahun, dirinya tidak memungut biaya kepada para santrinya, alias gratis.

Meski demikian, ada saja orangtua santri yang dengan suka rela memberikan rezeki baik berupa uang, bahan pangan kepada Baharuddin dan keluarga.

"Profesi menjadi guru mengaji menjadi salah satu amanat dari almarhum ayah saya yang seorang Kyai dan pimpinan pondok pesantren di daerah Lombok dan juga saya merasa bertanggung jawab atas amanat tersebut," jelas Bahahruddin, Jumat, 18 Oktober 2024.

Meski gratis, Baharuddin tetap ingin mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak lantaran melihat kondisi anak-anak di Kota Kuala Kurun yang dia rasa membutuhkan sosok guru ngaji untuk mengajarkan berbagai hal terkait agama Islam, mulai dari membaca Al Quran, ilmu akhlak sesuai dengan Al Quran dan Hadis, ilmu tentang salat, kisah para nabi dan lainnya.

Tidak sendiri, Baharuddin dibantu oleh istri dan anaknya saat mengajar membaca Iqra dan Al Quran. Pada har Senin - Rabu, Baharuddin dan keluarganya mengajarkan membaca Al Quran, pada hari Kamis malam, dirinya akan mengajarkan terkait salat, mulai dari niat, cara yang benar dalam salat hingga macam-macam salat sunah.

Kemudian pada Hari Jumat malam belajar Surat Yasin dan pada Sabtu malam Baharuddin mengajarkan seni membaca Al Quran atau tilawatil Quran.

Sembari menunggu para santri dan santriwati datang, Baharuddin bercerita bahwa mulanya pada tahun 2004, tempat mengaji atau yang disebut dengan TPQ itu bernama TPQ Haqul Yakin yang lokasinya di Jalan Sangkurun. 

Kemudian pada tahu 2021, berdirilah Masjid Ar Raudhah di daerah Kurun seberang dan pada saat itu, tempat mengaji pindah ke masjid tersebut serta nama TPQ nya pun berubah menjadi TPQ Ar Raudhah.

"Saya berharap, TPQ ini bisa menjadi ladang amal saya bersama keluarga dan bisa mencetak anak-anak Muslim yang soleh dan solehah," harap Baharuddin.

Tidak sampai di situ, Baharuddin juga berharap nantinya bisa membangun dan memiliki pondok pesantren sehingga bisa lebih banyak menampung anak-anak di Kabupaten Gunung Mas dari berbagai kecamatan yang ingin mendalami agama Islam. (RISKA YULYANA/j)