BORNEONEWS, Pangkalan Bun -- Ada perubahan dalam susunan direksi PT Sawit Sumber Mas Sarana (SSMS) Tbk. Perubahan ini juga merupakan wujud restrukturiasi agar Citra Borneo Indah (CBI) Group sebagai holding dari SSMS Tbk bisa bergerak kian lincah seiring perkembangan bisnis dan beberapa rencana investasi grup usaha milik pengusaha Haji Abdul Rasyid itu.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Financial Hall Graha CIMB Niaga, Jakarta, Rabu (31/8/2016), disepakati Direktur Utama SSMS Tbk yang baru adalah Vallauthan Subraminam, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur operasional perseroan.
Dirut SSMS Tbk sebelumnya, Rimbun Situmorang, jabatannya bergeser menjadi komisaris di emiten yang go public sejak Desember 2012 itu. Rimbun hanya mundur dari posisi sebagai Dirut SSMS Tbk. Ia tetap memegang kendali CBI Group sebagai direktur utama.
"Perkembangan organisasi (CBI Group) sangat pesat. Perlu restrukturisasi supaya organisasi bisa berjalan lebih lincah," ucap Rimbun di kantornya, seusai pulang dari Jakarta, menghadiri RUPSLB SSMS Tbk, Rabu (31/8/2016) petang.
"Kita memang memperkuat holding karena rencana banyak investasi. Dan perubahan ini merupakan antisipasi dini agar seluruh unit usaha bisa berlari kencang. Ini sebuah strategi dan langkah yang sangat positif bagi holding, terutama bagi SSMS Tbk yang sudah go public ini," imbuh Rimbun.
Selain perkebunan kelapa sawit, CBI Group memang membawahi banyak unit bisnis, antara lain HPH (Hak Pengusahaan Hutan), perkapalan, perbankan, manufaktur kelapa sawit (downstream) dan kini turut merintis hadirnya industri baja, serta power plan di Kalimantan Tengah.
Sementara itu, sebelumnya dirut baru SSMS Tbk, Vallauthan Subraminam menyampaikan optimismenya, sekalipun industri sawit mengalami dampak El Nino. Ia mengatakan keuangan perseroan tetap baik. "Terlihat dengan indikator finansial yang mengalami kemajuan positif," kata dia kepada pers usai RUPSLB, sebagaimana dikutip Kantor Berita ANTARA.
Vallauthan mengatakan, laporan keuangan perseroan semester pertama 2016 menunjukkan perseroan mampu mengantongi laba bersih sebesar Rp194,8 miliar. "Harga minyak sawit mentah pada 2015 kurang, tapi mulai membaik pada kuartal kedua 2016," katanya. (ANT/B-10).








