BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejumlah tokoh Kalimantan Tengah dari berbagai kalangan datang ke Istana Isen Mulang, Rabu (31/8/2016) tadi malam. Mulai dari tokoh agama, tokoh adat, hingga akademisi. Mereka diundang hadir oleh Gubernur Kalteng,Sugianto Sabran di aula Istana untuk bersilaturahim dan berdialog (sharing) dalam rangka membangun Kalteng dari berbagai sisi. Pertemuan dalam semangat kekeluargaan itu berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.
Acara diawali makan malam bersama, disusul beberapa testimoni, ide atau harapan yang konstruktif untuk pembangunan Kalteng. Gubernur ingin mendapatkan masukan ataupun kritikan dari berbagai tokoh ‘yang dituakan’ tersebut, guna memperkaya input kebijakan semasa memimpin Kalteng sampai sejauh ini.
Secara bergantian, ada enam tokoh yang diminta untuk memberikan kesan dan masukan, antara lain Rektor IAIN Palangka Raya Ibnu Elmi AS Pelu mewakili kalangan akademisi. Lukas Tingkes mewakili kalangan Nasrani, KDR mewakili Kaharingan, Said Fauzi ZB mewakili Ormas NU, Lewis, Yamin Mokhtar mewakili Muhammadiyah, dan Napa J Awat mewakili tokoh masyarakat. Terakhir, gubernur sendiri yang berbicara tentang capaian Kalteng terkini.
Ibnu Elmi AS Pelu dalam sepatah dua patah katanya menekankan, Kalteng adalah milik bersama dan pemimpin Kalteng adalah milik semua umat. Sehingga perlu harmoni dalam membangunnya agar keberkahan nantinya adalah milik semua orang yang ada di Kalteng.
“Marilah kita membangun dalam satu harmoni, sehingga keberkahan milik semua pihak, bukan salah satu pihak. Konsep universal rahmatan lil ‘Alamin adalah bukan milik umat islam saja tetapi semua umat, setiap pemangku kepentingan, profesi, dan sebagainya,” ujarnya. (ROZIKIN/*)








