BORNEONEWS, Palangka Raya --  Tokoh masyarakat Kalimantan Tengah Lukas Tingkes menyatakan, kehidupan dalam betang harus dipertahankan. Sehingga wajah utus dayak juga lestari dan mengayomi.

Demikian pokok pendapat Lukas Tingkes dalam dialog bersama tokoh masyarakat bersama Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran.  Dialog ini diprakarsai Gubernur untuk menimba masukan dari berbagai kalangan, pada Rabu (31/8/2016) malam.

Gubernur secara umum memberikan gambaran Kalteng dalam perjalanannya saat ini, termasuk hasil upayanya membangun Kalteng agar warganya terentas dari kemiskinan.

Dalam acara yang didahului dengan makan malam itu, tak kurang enam tokoh memberikan masukan.  Lukes Tingkes juga menyebut, kehidupan dalam betang, harus dipertahankan agar wajah utus dayak juga lestari dan mengayomi. “Kuncinya kebersaman. Kalau ada yang membuat wacana lain dan membuat perbedaan penafsiran, agar dilakukan mufakat sehingga diselesaikan secara damai, persatuan dan kesatuan harus kita angkat terus,” tegasnya.

Hasanuddin, pengarah acara malam itu menyebut, atas saran beberapa tokoh maka pertemuan non formal untuk ajang silaturahim tersebut direncanakan akan dilaksanakan secara kontinyu. Bisa sebulan sekali atau dua bulan sekali. Itu untuk menambah rasa persatuan dan kesatuan dalam rangka mewujudkan visi-misi Kalteng Berkah. (ROZIKIN/*)