BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII, 2024 Solo-Jawa Tengah, selesai dilaksanakan.
Setiap kontingen, termasuk National Paralimpik Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Kalimantan Tengah membawa tim kesehatan untuk memastikan kondisi kesehatan, terlebih atlet yang akan bertanding.
Kontingen Kalteng menyertakan 2 orang tim kesehatan, dr Yulius sebagai ketua tim kesehatan dan Saka Dien Pradana sebagai fisioterapi.
Saka menyampaikan, bangga bisa terlihat sebagai fisioterapi dan membantu Kontingen Kalimantan Tengah khususnya atlet di Peparnas XVII.
"Dalam event olahraga, saya biasanya sering terlibat sebagai fisioterapi bagi atlet non disabilitas yang bertanding, tapi kali ini berbeda, saya melakukan fisioterapi bagi kawan - kawan atlet disabilitas yang tentunya dalam perlakukan fisioterapinya berbeda," kata Saka, Kamis 18 Oktober 2024.
Pria berusia 23 tahun asal Sragen ini menambahkan, pengalaman baru didapatkan setelah menjadi fisioterapi atlet disabilitas. Menurut dia, berbeda penanganan atlet disabilitas dan atlet pada umumnya.
Perbedaanya, lanjut Saka adalah anatomi sendi. Kalau atlet umum biasanya sendi ototnya sudah terbentuk, berbeda dengan atlet disabilitas yang harus dipahami lebih lanjut terkait otot dan sendinya yang kadang berbeda.
Sehingga jelas Saka, berusaha memahami setiap anatomi sendi dan otot atlet disabilitas yang dirawat dan mendapatkan fisioterapi. Pertandingan maupun perlombaan yang padat, membuat atlet kelelahan dan tentunya membutuhkan fisioterapi.
Saka juga mengatakan, sebelum melakukan fisioterapi kepada atlet disabilitas, dirinya bertanya dulu kepada atlet terkait kondisi dan rasa sakit yang dirasakan, sehingga pada saat melakukan fisioterapi, harus sesuai dengan keluhan atlet. (RETHA/H)









