BORNEONEWS, Seruyan - Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Hanau wilayah Kabupaten Seruyan, belum bisa dinyatakan aman. Sebab sejak beberapa hari belakangan, warga pengguna kendaraan melaporkan terkait penemuan alat yang diduga kuat biasa digunakan untuk aktivitas berburu.

Seperti yang dilaporkan warga Hanau, Suhari (43)  di Kuala Pembuang, Kamis (1/9/2016).  Kepada Borneonews, Suhari berharap para petugas Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Tanjung Puting (SPTNTP) Wilayah I Kecamatan Hanau, untuk memperketat pengawasan terhadap wilayah penjagaan mereka. 

"Beberapa hari  lalu, saya bersama teman secara tak sengaja pernah menemukan jenis peralatan berburu berupa tombak saat kebetulan melintasi salah satu badan jalan yang memasuki kawasan TNTP yang berada di Kecamatan Hanau. Barang itu tergolek ditepi jalan. Kemungkinan apakah sengaja ditinggal atau tidak oleh pemiliknya. Kami tak berani mengambil, apalagi sampai membawa pulang alat itu. Nanti saya yang disangka melakukan perburuan," kata Suhadi.

Memang untuk sebagian wilayah TNTP yang berada di Seruyan, terutama di Kecamatan Hanau, kawasannya sangat dekat jangkauannya atau berbatasan lansung dengan perkebunan kelapa sawit.

"Faktor pendukung yang memudahkan warga memasuki kawasan TNTP di Hanau, karena sudah tersedianya kemudahan akses jalan. Sehingga faktor kenyamanan pengendara masuki kawasan TNTP bisa menjadi pengundang oknum untuk bisa melakukan aktivitas liar di dalamnya," ujar Suhadi.

Sementara itu, dari keterangan yang pernah diperoleh Borneonews dari pihak SPTNTP I Hanau mengakui jika pihaknya mengaku kadang kesulitan dalam menjaga kawasan dimaksud, karena akses yang begitu mudah terutama melalui jalur darat. Menurut pihak SPTNTP itu, meskipun wilayah kerja sudah pernah dipetakan, namun tetap saja ancaman gangguan yang dimaksud pernah ditemui dilokasi kawasan itu. 

Apalagi, dalam kawasan itu sering dijumpai beberapa satwa langka seperti Burung Tingang (burung khas Kalimantan Tengah), owa-owa, orangutan, beruk dan kelasi. Sementara untuk floranya juga ada tumbuhan endemik dan tergolong langka seperti tumbuhan Kantong Semar yang tersebar dalam beberapa spesies, mulai dari jenis Ampularia, Bukeriana, Grasilis dan Mirabilis. Dimana semua jenis spesies itu termasuk dalam golongan langka yang hanya tumbuh dan tersebar di area hutan di Kalimantan dan Sumatera. (PARNEN/m)