BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran meyakini pembangunan RSUD Hanau menjadi jawaban atas permasalahan aksesibilitas layanan kesehatan.
"Rumah sakit Hanau, akan menjadi jawaban terhadap aksesbilitas layanan kesehatan khususnya jangkauan layanan wilayah barat," ungkap Sugianto dalam keterangannya, Sabtu, 19 Oktober 2024.
Sugianto menilai membangun sesuatu, tidak harus berdasarkan periodesasi masa jabatan, tapi harus memiliki visi menembus masa depan.
Ia melihat keberadaan RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, saat ini sudah kurang representatif baik dari lokasi dan sarpras pendukung.
Mengatasi hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) akan dimulai pembangunan rumah sakit provinsi kelas A di KM 26 jalan Tjilik Riwut Palangka Raya.
Rumah sakit ini akan didesain modern, dilengkapi dengan peralatan teknologi tinggi dan SDM bidang kesehatan yang memadai.
Sementara untuk pemenuhan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, dikatakannya bahwa Pemprov Kalteng telah menyediakan anggaran yang cukup untuk peningkatan kapasitas dokter ke jenjang spesialis, baik dalam maupun ke luar negeri, melalui beasiswa kedokteran.
Dia menginstruksikan, setiap unit layanan kesehatan khususnya milik pemerintah, tidak boleh menolak masyarakat kurang mampu untuk berobat, karena pembiayaan masyarakat kurang mampu dijamin sepenuhnya oleh Pemprov Kalteng.
Pemprov Kalteng selama ini telah melakukan sharing coast pembiayaan iuran BPJS bagi 500 ribu lebih masyarakat tidak mampu.
Sugianto menegaskan langkah yang telah dilakukan ini adalah untuk pemerataan layanan kesehatan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan.
"Hal yang lebih penting lagi, agar menjamin semua masyarakat termasuk yang tidak mampu, memperoleh hak dan layanan yang sama untuk memperolah layanan kesehatan yang layak dan berkualitas,” tegasnya. (HERMAWAN DP/R)








