KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas mengadakan pelatihan On Job Training (OJT) bagi dokter, tenaga kesehatan, dan manajemen rumah sakit. 

Pelatihan ini bertujuan untuk menyegarkan pengetahuan mengenai tata laksana Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO).

Kegiatan ini diadakan di Aula Gedung Lantai-2 Unit Hemodialisa RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, yang berlokasi di Jalan Tambun Bungai No. 16, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Keperawatan, Widjiati dan turut didampingi oleh jajaran manajemen serta staf medik fungsional seperti dr. Aina Nurlaila, dr. Satria Ramli, dan dr. Eileen Erica.

Tenaga kesehatan yang mengikuti ini terdiri dari dokter umum, apoteker, perawat, analis kesehatan, tim pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), serta perwakilan dari tim teknologi informasi rumah sakit.

Kegiatan ini dilakukan dengan metode presentasi, tanya jawab, dan diskusi yang interaktif secara daring.

Dalam pelatihan ini, penanganan TBC RO menjadi fokus utama. TBC RO merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pengendalian TB di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah. 

Resistensi obat terhadap TB standar memerlukan pendekatan khusus dalam pengobatan. Kementerian Kesehatan Indonesia telah memperkenalkan panduan pengobatan baru yang menggunakan obat-obatan lebih efektif untuk mengatasi TBC RO.

"Materi pelatihan yang disampaikan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai panduan pengobatan TBC RO yang baru," kata Widjiati, Minggu, 20 Oktober 2024.

Diharapkan, dengan pelatihan ini, petugas fasyankes dapat lebih baik dalam mendiagnosis dan mengelola pengobatan pasien TBC RO sesuai panduan yang berlaku.

"Sehingga keberhasilan pengobatan meningkat dan resistensi obat dapat ditekan," pungkasnya. (DODI/j)