PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Palangka Raya Handycraft Gallery Kerajinan By Dekranasda Kota Palangka Raya merupakan galeri yang dibangun dengan tujuan mendukung UMKM lokal. Tempat ini lokasinya berada di Jalan G. Obos Palangka Raya, dikelola oleh Disperindag Kota setempat.  

Meski Dekranasda sudah berdiri sejak 2013, galeri ini baru dibuka pada 2023 dengan tujuan mendukung ratusan UMKM lokal. Tempat ini menawarkan produk kerajinan tangan berupa kain, anyaman rotan, makanan ringan, dan sebagainya.

Galeri ini memiliki produk unggulan seperti tas rotan dan kain benang bintik, yang menjadi ciri khas kerajinan daerah. 

Admin galeri Deby Puspita menjelaskan, program ini bertujuan menampung dan memasarkan produk masyarakat secara sistematis.

"Untuk bergabung, UMKM harus melalui proses pendataan oleh Disperindag. Selain itu, pemasaran dan penghasilan dari produk-produk tersebut dicatat setiap bulan melalui data yang terhubung dengan UMKM terdaftar," kata Deby,  Senin, 21 Oktober 2024.

Dengan cara begitu, imbuh Deby, pihaknya membantu mendorong perekonomian lokal dengan memperluas jangkauan pemasaran bagi pengrajin Palangka Raya.

Produk kerajinan rotan di sana menjadi daya tarik utama bagi pengunjung, terutama kalangan anak muda. Hal ini karena produk yang ditawarkan disesuaikan dengan tren fashion kekinian.

"Pendekatan ini menciptakan keterhubungan antara tradisi lokal dan selera modern, menjadikan kerajinan rotan tidak hanya berfungsi sebagai produk budaya tetapi juga sebagai aksesoris gaya hidup yang relevan bagi generasi muda," tuturnya.

Strategi ini diharapkannya, dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap produk lokal sekaligus mendorong kelestarian kerajinan tradisional.

Selain tas rotan dan kain benang bintik, Palangka Raya Handycraft Gallery Kerajinan By Dekranasda juga mempromosikan pupur basah, produk kecantikan tradisional khas daerah. 

"Pupur basah adalah ramuan alami yang sudah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat, terutama untuk perawatan kulit," jelas Deby.

Produk ini katanya menjadi salah satu unggulan karena memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti beras, bengkoang, dan rempah-rempah, yang dipercaya dapat mencerahkan dan menyegarkan kulit. 

"Dengan meningkatnya minat terhadap produk kecantikan alami, pupur basah kini menarik perhatian, terutama di kalangan kaum muda yang mencari alternatif perawatan kulit berbasis tradisi namun tetap relevan dengan kebutuhan masa kini," terangnya.

Ia juga menyampaikan, hadirnya Dekranasda Kota Palangka Raya melalui Palangkaraya Handycraft Gallery berperan penting sebagai wadah pengembangan ekonomi bagi masyarakat lokal. 

Dengan menampung dan memasarkan produk UMKM, seperti tas rotan, kain benang bintik, dan pupur basah, Dekranasda tidak hanya melestarikan warisan budaya tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru.

"Dekranasda bekerja sama dengan Disperindag untuk memastikan UMKM mendapat akses pemasaran yang lebih luas dan produk mereka disesuaikan dengan tren modern," ungkapnya.

Hal ini ujarnya membuka peluang bagi pengrajin dan pelaku usaha kecil untuk lebih kompetitif, sekaligus memperkuat ekonomi lokal. 

"Kehadiran galeri ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui kerajinan kreatif, sambil mempromosikan produk-produk khas Kalimantan Tengah terutama Kota Palangka Raya ke pasar yang lebih luas," tandasnya. (MARINI/j)