BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memastikan semua hewan kurban yang akan disembelih pada Hari Idul Adha pada 12 September 2016 dalam kondisi yang sehat dan layak disembelih.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kotim, I Made Dikantara mengatakan, akan memperketat pengawasan jalur masuk hewan-hewan kurban di daerah ini. Tim kesehatan pun dikerahkan untuk mengecek hewan kurban di setiap distributor sapi di daerah itu.
“Pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan. Hewan yang dikurban pun sudah kami periksa dan sejauh ini semua sehat,” kata Made, Kamis (1/9/2016).
I Made Dikantara mengatakan, sebelum disembelih hewan kurban terlebih dahulu menjalani pemeriksaan sebanyak dua tahap, yaitu tahap antemortem atau pemeriksaan sebelum disembelih, dan postmortem atau pemeriksaan sesudah disembelih.
Pemeriksaan antemortem, lanjutnya, dilihat dari fisik luar hewan seperti pemeriksaan bulu, gerak, nafsu makan, cara bernafas, lubang kumalah, suhu badan hingga tinja dan urin hewan.
“Jadi kalau postmortem itu mencakup pemeriksaan limpa, hati, paru-paru, jantung, dan usus hewan. Pemeriksaan ini dilakukan saat hari H penyembelihan. Kalau ada yang bermasalah seperti ada cacing atau lainnya, segera kita singkirkan dan buang supaya tidak dikonsumsi warga,” jelasnya.
Saat pemotongan hewan berlangsung atau ada saat hari H, pihaknya juga akan memantau ke beberapa titik lokasi pemotongan hewan kurban melihat kondisi kesehatan organ dalam hewan kurban.
Made mengimbau dan meminta kepada seluruh masyarakat, terutama panitia pemotongan hewan kurban, sebelum hewan kurban dipotong, maka terlebih dahulu melaporkan kepada pihaknya. Baik jumlah maupun asal muasal hewan itu. Sehingga pihaknya mekakukan pemeriksaan kondisi hewan kurban.
“Kita tidak mau pada saat hewan kurban disembelih ternyata ada cacing di hati atau penyakit lain pada hewan itu. Untuk pemeriksaan hewan kurban yang dilakukan oleh petugas kami, tanpa dipunggut biaya alias gratis,” katanya. (RAFIUDIN/m)








