BORNEONEWS, Pulang Pisau - Musim penghujan telah dimulai sejak beberapa pekan terakhir. Selain banjir, ada lagi yang perlu diwaspadai, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Dinas Kesehatan dr Pande Putu Gina melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau dokter Jamil Muslim menyampaikan, musim penghujan DBD, penyakit gatal pada kulit, flu dan batuk menyerang masyarakat.
"Terlebih di di musim penghujan yang harus diwaspadai demam berdarah, yang biasanya nyamuk semakin banyak berkembang biak, meski perkembangan nyamuk aedes aegypti berbeda dengan nyamuk biasa, namun harus tetap diwaspadai," kata Jamil, Senin 21 Oktober 2024.
Jamil menjelaskan, gejala umum yang muncul seseorang terserang DBD seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, ruam, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah serta kelelahan. Pada kasus yang parah terjadi pendarahan hebat dan syok yang membahayakan nyawa. Pada umumnya penderita DBD juga akan mengalami fase demam selama 2-7 hari.
Jamil mengimbau masyarakat untuk melakukan 3 M untuk mencegah demam berdarah, mengingat obat untuk membunuh virus dengue, hingga saat ini belum ditemukan dan vaksin untuk mencegah DBD masih terus dikembangkan, maka cara terbaik yang dapat dilakukan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus.
"3M yakni Menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air. Mendaur ulang atau memanfaatkan barang-barang yang dapat menampung air hujan, Plus mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk," ujar dokter Jamil.
Selanjutnya, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, tidur menggunakan kelambu, tidak menggantung pakaian yang sudah dipakai. (RETHA/j)









