BORNEONEWS, Palangka Raya - Penurunan capaian vaksinator rabies di Kota Palangka Raya tahun ini tidak hanya mencerminkan perubahan dalam kesadaran masyarakat, tetapi juga mengungkapkan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.
Tahun lalu, kasus rabies pada kucing yang viral mendorong masyarakat untuk aktif meminta vaksinasi. Namun, dengan tidak adanya kasus serupa tahun ini, permintaan vaksinasi menurun drastis.
"Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan ini adalah perubahan dalam populasi anjing di wilayah ini. Harga daging babi yang tinggi telah mendorong masyarakat untuk beralih ke daging anjing sebagai alternatif," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno saat memimpin rapat bersama vaksinator rabies pada Senin, 21 Oktober 2024 siang.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya laporan peracunan dan pencurian anjing, yang mengindikasikan penurunan populasi anjing secara signifikan.
Penurunan populasi anjing ini tidak hanya berdampak pada capaian vaksinasi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran tentang kesejahteraan hewan dan keamanan pangan.
"Dengan populasi anjing yang diperkirakan hanya sekitar 8.000 ekor tahun ini, jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, risiko penyebaran penyakit zoonosis seperti rabies tetap ada, meskipun kasusnya tidak viral," tegas drh Ganjar.
Dari sudut pandang ekonomi, lanjutnya, substitusi daging babi ke daging anjing mencerminkan tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Harga daging babi yang mahal memaksa masyarakat mencari alternatif yang lebih terjangkau, meskipun hal ini berdampak negatif pada populasi anjing dan kesehatan hewan secara keseluruhan.
"Secara sosial, fenomena ini juga menunjukkan perubahan dalam perilaku dan prioritas masyarakat. Ketika kasus rabies pada kucing viral tahun lalu, masyarakat sangat peduli terhadap kesehatan hewan peliharaan mereka," bebernya.
Namun, dengan tidak adanya ancaman yang sama tahun ini, perhatian terhadap vaksinasi menurun, menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan masih sangat dipengaruhi oleh situasi yang viral.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi rabies, meskipun tantangan ekonomi dan sosial tetap ada.
"Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan hewan peliharaannya, guna mencegah penyebaran penyakit yang dapat membahayakan kesehatan hewan dan manusia," tegasnya lagi.(TESTI PRISCILLA/R)









