PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi daging anjing. Menurutnya, konsumsi daging anjing dapat membawa risiko kesehatan yang serius, terutama terkait dengan penyakit rabies.

"Jangan makan daging anjing karena bisa jadi anjing itu kena rabies," ujar drh Ganjar kepada Borneonews pada Senin, 21 Oktober 2024.

Dokter Hewan ini menjelaskan bahwa rabies adalah penyakit yang sangat mematikan dan dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan atau kontak dengan air liur hewan yang terinfeksi.

"Kita motong kena liurnya, ada luka, ya masuk ke badan manusia," tambahnya.

Drh Ganjar menjelaskan bahwa proses pemotongan anjing yang terinfeksi rabies dapat menyebabkan penularan virus rabies ke manusia.

"Jika ada luka terbuka pada tubuh kita dan terkena air liur anjing yang terinfeksi, virus rabies bisa masuk ke dalam tubuh kita," jelasnya.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menghindari konsumsi daging anjing untuk mencegah risiko ini.

Selain risiko rabies, drh Ganjar juga menyoroti aspek etis dan kesejahteraan hewan.

"Anjing adalah hewan yang sering kali dianggap sebagai sahabat manusia. Mengonsumsi daging anjing tidak hanya berisiko bagi kesehatan, tetapi juga melanggar prinsip kesejahteraan hewan," katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih sumber protein yang aman dan sehat.

"Ada banyak alternatif sumber protein yang lebih aman dan tidak berisiko menularkan penyakit berbahaya seperti rabies," ujar drh Ganjar.

Ia menyarankan untuk mengonsumsi daging dari hewan yang telah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat.

Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya rabies dan pentingnya kesejahteraan hewan, diharapkan masyarakat dapat lebih berhati-hati dan bijak dalam memilih makanan yang dikonsumsi.

"Mari kita jaga kesehatan kita dan kesejahteraan hewan dengan tidak mengonsumsi daging anjing," tutur drh Ganjar. (TESTI PRISCILLA/J)