BORNEONEWS, Nanga Bulik - Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Lamandau diminta segera mempersiapkan diri menyambut hajat Festival Seni Qasidah Tingkat Provinsi Kalimantan TengahVII tahun 2018  yang rencananya akan digelar di Kabupaten Lamandau. Persiapan yang dimaksud, di antaranya agar pengurus Lasqi Lamandau segera menyusun Rencana Kerja (Renja) dan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) untuk pelaksanaan Festival Seni Qasidah Kalteng 2018 tersebut.

"Alhamdulillah kita (Lamandau) dipercaya menjadi tuan rumah Festival Seni Qasidah  VII tingkat Provinsi Kalteng 2018. Hal ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita Lamandau, karena  ini merupakan event pertama kali," sebut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lasqi Kabupaten Lamandau, H. Tommy Hermal Ibrahim, di Nanga Bulik, Kamis (1/9/2016).

Namun demikian, sambungnya, kepercayaan menjadi tuan rumah pelaksanaan tidak cukup hanya sekedar dibanggakan, melainkan harus disertai dengan persiapan yang matang, agar gelaran nanti berjalan dengan sukses.

Atas dasar itu, dirinya yang juga merupakan ketua DPRD Lamandau tersebut, mengajak agar pengurus Lasqi Lamandau segera merapatkan barisan untuk mempersiapkan Renja dan RAB-nya.

"Pokoknya kita harus segera persiapkan segala sesuatunya, persiapan lebih cepat lebih baik, sehingga tidak terkesan buru-buru dan semua keperluannya dapat diinventarisir dengan baik," sebutnya.

Menurutnya pula, hingga kini dirinya telah berkoordinasi dengan pihak eksekutif, yang diantara hasilnya adalah anggaran untuk pelaksanaan Festival Seni Qasidah ke VII tingkat provinsi Kalteng akan dianggarkan dalam dua tahun anggaran, yakni APBD tahun 2017 dan APBD tahun 2018.

Seperti diketahui, untuk tahun 2016 ini, pelaksanaan Festival Seni Qasidah VI tingkat provinsi Kalteng tahun 2016 yang rencananya akan digelar Oktober mendatang, akan dipusatkan di Kuala Kapuas, kabupaten Kapuas. (HENDI NURFALAH/N).