SERUYAN –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) evaluasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2024.

Rapat yang digelar, Selasa, 22 Oktober 2024 bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pengendalian Karhutla serta mempersiapkan langkah-langkah antisipatif menghadapi potensi kebakaran pada tahun 2025.

Kepala Pelaksana BPBD Seruyan, Agung Sulistyono mengatakan dalam pengendalian karhutla tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Seruyan menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan pada bulan  Juli  hingga  Oktober  sebagai langkah antisipasi pencegahan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

“Dalam melakukan langkah dan antisipsi pencegahan potensi karhutla, kita  melibatkan unsur Pemerintah Daerah, Polri, TNI dan  Masyarakat Peduli Api (MPA), “ kata Agung.

Rakor ini tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga langkah awal untuk persiapan pengendalian Karhutla pada tahun 2025.

"Selain mengevaluasi pelaksanaan di tahun 2024, Rakor ini juga bertujuan untuk mempersiapkan tindakan preventif dan kesiapsiagaan yang lebih matang di tahun 2025." ungkapnya.

Rakor  ini juga melakukan evaluasi atas pelaksanaan pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2024 baik tingkat Kabupaten maupun tingkat Kecamatan dan Desa/Kelurahan.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama sama bersinergi melakukan pencegahan dini menghadapi karhutla tahun 2025, “ tukasnya. ( FAHRUL/H)