BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perairan Teluk Kumai di Kabupaten Kotawaringin Barat kini dipenuhi oleh kapal layar mewah (yacht) yang datang dari berbagai penjuru dunia.
Kedatangan kapal-kapal ini merupakan bagian dari rangkaian acara Sail Rally Indonesia yang berlangsung dari tanggal 22 hingga 25 Oktober 2024. Sebuah ajang internasional yang menjadi sorotan pecinta wisata bahari.
Plt Kadispar Kobar Edie Faganti menyampaikan, hingga hari ini, sudah ada 17 yacht yang berlabuh di perairan Kumai, dan diperkirakan total akan ada 70 kapal yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.
"Acara ini tidak hanya sekadar parade yacht, tetapi juga membawa pengaruh positif bagi pariwisata lokal," ujarnya, Rabu, 23 Oktober 2024.
Para peserta, yang sebagian besar adalah wisatawan asing, memiliki ketertarikan khusus terhadap keindahan alam laut Indonesia. Mereka datang dengan kapal layar pribadi untuk mengeksplorasi destinasi-destinasi yang jarang terjamah dan menikmati keindahan perairan Indonesia yang masih asri.
--page
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kobar, Bambang Sigit Purnomo menjelaskan, bahwa kehadiran yacht ini menjadi kesempatan emas untuk mempromosikan pariwisata Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kalimantan Tengah ke dunia internasional.
“Kapal-kapal yacht ini membawa wisatawan dengan daya beli tinggi yang tertarik pada wisata eksklusif. Dengan berlabuhnya kapal-kapal ini di perairan Kumai, kita tidak hanya memperkenalkan keindahan alam, tetapi juga membuka peluang untuk memperkenalkan budaya lokal dan ekonomi kreatif yang kita miliki,” ujar Bambang.
Menurut Bambang, interaksi antara wisatawan asing dan masyarakat setempat, bisa menjadi jembatan untuk pertukaran budaya yang lebih luas.
Wisatawan yang datang juga sering kali tertarik untuk mengeksplorasi hal-hal lain di luar wisata bahari, seperti kuliner tradisional, kerajinan lokal, hingga seni budaya.
"Ini memberikan manfaat langsung bagi perekonomian daerah, terutama bagi pelaku usaha kecil yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ungkapnya.
Kesuksesan penyelenggaraan Sail Rally Indonesia 2024 ini tidak lepas dari peran serta berbagai pihak. KSOP Kumai, sebagai otoritas pelabuhan, telah menetapkan lokasi labuh jangkar yang aman untuk kapal-kapal tersebut.
Selain itu, koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan aparat keamanan juga dilakukan untuk memastikan kelancaran acara.
Bambang menambahkan bahwa tim lintas sektor terus memantau situasi di lapangan, termasuk kedatangan yacht yang secara bertahap mulai memadati perairan Kumai.
"Laporan terus kami kumpulkan secara berkala untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana. Tentu saja, keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama kami," pungkasnya. (DANANG/Y)









