PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pustakawan Ahli Madya Perpusnas RI, Damaji Ratmono menyampaikan bahwa memberdayakan masyarakat dengan menulis berarti meningkatkan kesadaran, keterampilan, dan partisipasi dalam berbagai aspek kehidupan.

Ia menekankan pentingnya penguatan literasi dan akses informasi, pengembangan ekonomi, pelestarian budaya dan sejarah, peningkatan keterampilan, serta aktualisasi diri.

Hal ini disampaikannya dalam Sosialisasi Inkubator Literasi Pustaka Nasional berlangsung di Aula Berkah Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Jalan D.I. Pandjaitan, Palangka Raya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atau Dispursip Kalteng ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk pegiat literasi, pengelola rumah baca, pustakawan, pendidik, pelajar, dan mahasiswa.

Acara ini menghadirkan beberapa narasumber yang berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam bidang literasi.

Damaji Ratmono menambahkan bahwa Inkubator Literasi didesain untuk mendorong keberhasilan masyarakat dalam memelihara karya tulis, khususnya yang bertemakan kearifan lokal.

"Ditulis, dibukukan, dan disebarkan itu perlu dilakukan," ujar Damaji dalam rilisnya pada Rabu, 23 Oktober 2024.

Moto Perpusnas Press Inkubator Literasi Pustaka Nasional atau ILPN adalah "tulis, bukukan, dan sebarkan."

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat gerakan literasi di Kalimantan Tengah. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat melahirkan penulis-penulis baru yang mampu menghasilkan karya-karya berkualitas.

Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disajikan. Mereka mendapatkan banyak wawasan baru tentang pentingnya literasi dan bagaimana menulis dapat menjadi alat untuk perubahan sosial.

Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan gerakan literasi di Kalimantan Tengah semakin berkembang dan mampu menciptakan masyarakat yang lebih kritis dan kreatif.(TESTI PRISCILLA/R)