BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama periode Bulan Inklusi Keuangan atau BIK Tahun 2024 yang berlangsung sejak awal September hingga 18 Oktober 2024, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah telah melaksanakan sebanyak 15 kegiatan.
"Kegiatan ini dilakukan dengan bersinergi bersama seluruh pemangku kepentingan, mencakup edukasi keuangan, rangkaian lomba, dan bazar UMKM," kata Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz dalam rilisnya pada Rabu, 23 Oktober 2024.
Primandanu menyatakan bahwa kegiatan ini berhasil menarik partisipasi sebanyak 12.133 orang. Capaian inklusi keuangan selama periode ini sangat signifikan.
"Kami mencatat penambahan 24.255 rekening dengan nominal sebesar Rp1,78 triliun pada sektor perbankan," ujarnya.
Sektor Industri Keuangan Non Bank atau IKNB juga mengalami peningkatan dengan penambahan 52.001 rekening yang mencapai nominal Rp543,96 miliar.
OJK Kalteng juga mencatat penambahan 140 Single Investor Identification atau SID yang menunjukkan peningkatan minat masyarakat dalam berinvestasi.
"Kami juga berhasil melakukan business matching dengan total transaksi UMKM sebesar Rp597 juta," tambah Primandanu.
Hal ini menunjukkan kegiatan BIK 2024 tidak hanya meningkatkan literasi keuangan tetapi juga memberikan dampak nyata pada perekonomian lokal.
Primandanu menekankan pentingnya kolaborasi antara OJK dan berbagai pihak dalam mencapai tujuan inklusi keuangan.
"Kerja sama yang baik antara semua pihak sangat penting untuk mempercepat tercapainya inklusi keuangan,"katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah dan lembaga keuangan yang telah berperan aktif dalam berbagai kegiatan selama BIK 2024.
Kegiatan edukasi keuangan yang dilakukan mencakup berbagai topik, mulai dari pengelolaan keuangan pribadi hingga pemahaman tentang produk-produk keuangan.
"Kami berharap melalui edukasi ini, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya inklusi keuangan dan memanfaatkan layanan keuangan yang tersedia," jelas Primandanu.
Dengan berbagai capaian positif ini, OJK Kalteng optimis bahwa inklusi keuangan di Kalimantan Tengah akan terus meningkat.
"Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat," tutup Primandanu.(TESTI PRISCILLA/R)









