BORNEONEWS, Palangka Raya - Dr Marko Mahin, seorang dosen perguruan tinggi, menyampaikan bahwa kearifan lokal Dayak adalah warisan masa depan. Ia menekankan pentingnya bagi para pegiat literasi untuk bangkit dan menulis tentang warisan budaya.
Hal ini disampaikannya saat menjadi salah satu narasumber dalam Sosialisasi Inkubator Literasi Pustaka Nasional berlangsung di Aula Berkah Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Jalan D.I. Pandjaitan, Palangka Raya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atau Dispursip Kalteng ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk pegiat literasi, pengelola rumah baca, pustakawan, pendidik, pelajar, dan mahasiswa.
Acara ini menghadirkan beberapa narasumber yang berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam bidang literasi.
"Di sekitar kita banyak timbunan kearifan lokal yang bisa ditulis, seperti bentuk-bentuk kearifan lokal, nilai, norma, etika, kepercayaan, adat istiadat, hukum, dan praktik hidup," kata Dr Marko dalam rilisnya pada Kamis, 24 Oktober 2024.
Marko Mahin menambahkan bahwa menulis tentang kearifan lokal tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang identitas dan sejarah masyarakat Dayak.
"Menulis adalah cara kita untuk menjaga dan meneruskan warisan budaya kepada generasi mendatang," tambahnya.
--page
Sementara itu, Redaktur senior Kalteng Pos, Rohansyah, juga turut memberikan pandangannya tentang pentingnya menulis. Menurutnya, menulis adalah merangkai kalimat agar informasi dan pesan bisa tersampaikn dengan baik.
"Untuk membangkitkan semangat menulis, kita perlu mengubah pola pikir ke arah yang positif, memiliki alasan kuat menulis, dan menerapkan teknik menulis bebas," kata Rohansyah.
Rohansyah menjelaskan bahwa teknik menulis bebas dapat dimulai dengan menentukan waktu, menulis sampai batas waktu, dan kemudian mengedit tulisan.
"Menulis bisa dimulai dengan belajar meniru, dan kemudian menulis tanpa meniru. Tentu menulis juga harus didukung dengan upaya meningkatkan pengetahuan melalui banyak membaca," tambahnya.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat gerakan literasi di Kalimantan Tengah. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat melahirkan penulis-penulis baru yang mampu menghasilkan karya-karya berkualitas.
Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disajikan. Mereka mendapatkan banyak wawasan baru tentang pentingnya literasi dan bagaimana menulis dapat menjadi alat untuk perubahan sosial.
Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan gerakan literasi di Kalimantan Tengah semakin berkembang dan mampu menciptakan masyarakat yang lebih kritis dan kreatif. (TESTI PRISCILLA/Y)









