PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengalami 181 kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sejak Januari hingga Oktober 2024. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi.

Data yang dihimpun BPBD Palangka Raya menunjukkan bahwa sebagian besar kejadian Karhutla terjadi di Kecamatan Jekan Raya, dengan total 132 kejadian.

Diikuti oleh Kecamatan Sebangau dengan 26 kejadian, Kecamatan Pahandut dengan 14 kejadian, dan Kecamatan Bukit Batu dengan 9 kejadian.  Menariknya, Kecamatan Rakumpit tercatat nihil kejadian Karhutla selama periode tersebut.

"Data ini menunjukkan bahwa Karhutla masih menjadi ancaman serius di Kota Palangka Raya.  Kami terus berupaya untuk mencegah dan menanggulangi kejadian ini," ujar Heri Fauzi, Kamis, 24 Oktober 2024.

BPBD Palangka Raya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah Karhutla, seperti sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, patroli dan pengawasan di wilayah rawan Karhutla, serta penyediaan peralatan dan sumber daya untuk penanggulangan Karhutla.

--page

BPBD Palangka Raya berharap dengan upaya yang dilakukan, kejadian Karhutla di Kota Palangka Raya dapat ditekan dan lingkungan tetap terjaga.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah Karhutla.  Jangan membakar sampah sembarangan, dan segera laporkan jika melihat titik api atau asap," tambah Heri Fauzi. (PATHUR/Y)