BORNEONEWS, Sampit – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Shalahuddin apresiasi atas pelaksanaan musyawarah kabupaten (Muskab) Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kotim. Ia menekankan pentingnya musyawarah ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat organisasi PWRI sekaligus melanjutkan kiprah positifnya dalam masyarakat dan pemerintahan daerah.
“Saya mengapresiasi penyelenggaraan musyawarah ini sebagai momentum penting bagi PWRI dalam memperkokoh organisasi dan melanjutkan kiprah positifnya. PWRI sebagai wadah para pensiunan ASN Kotim memiliki peran strategis dalam memberikan sumbangsih pemikiran dan pengalaman kepada masyarakat dan pemerintah daerah,” kata Shalahuddin saat membuka Muskab PWRI Kotim di Gedung Serba Guna Sampit, Kamis, 24 Oktober 2024.
Shalahuddin menegaskan pengabdian Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak berakhir setelah masa purna tugas. Menurutnya, pensiunan ASN yang tergabung dalam PWRI justru berperan lebih signifikan dengan berbagi pengalaman dan ilmu demi kemajuan daerah.
“Pengabdian para pensiunan ASN tidak berhenti setelah purna tugas. Di sinilah PWRI memiliki makna lebih, yaitu sebagai wadah untuk terus berbagi pengalaman, ilmu, serta inspirasi kepada generasi penerus demi kemajuan Kotim,” tambahnya.
Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi PWRI dalam mendukung program pembangunan daerah. Shalahuddin berharap sinergi antara PWRI dan pemerintah terus terjalin demi peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk kesejahteraan para pensiunan ASN.
--page
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Kotim sangat menghargai kontribusi PWRI. Sinergi dengan pemerintah sangat diperlukan untuk terus mendorong pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan para pensiunan,” ujarnya.
Shalahuddin berharap melalui musyawarah ini, PWRI dapat melahirkan ide-ide konstruktif dan memperkuat organisasi. Selain itu, ia menginginkan PWRI mampu menyusun program kerja yang lebih efektif dalam memberdayakan anggotanya dan berkontribusi bagi pembangunan sosial masyarakat.
“Saya berharap musyawarah ini menghasilkan gagasan dan program kerja yang efektif dalam memberdayakan anggota PWRI, serta memperkuat semangat kebersamaan dan gotong-royong di antara mereka,” katanya. (DEWI PATMALASARI/Y)









