PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kementerian Perindustrian atau Kemenperin bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS menggelar workshop untuk mempromosikan diversifikasi pemanfaatan produk turunan sawit di Jawa Timur.

Acara ini berlangsung selama empat hari, dari tanggal 21 hingga 24 Oktober 2024, di Parai Hotel & Resort Pacitan.

Workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan penggunaan stearin, salah satu produk turunan kelapa sawit, sebagai bahan baku malam batik pengganti parafin. Stearin ini diharapkan dapat menjadi solusi bahan baku terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan halal, menggantikan parafin impor dan bahan baku lainnya yang tidak terjamin kehalalannya.

Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik atau BBSPJIKB, Budi Setiawan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BBSPJIKB Kemenperin dan BPDPKS, serta didukung oleh berbagai dinas terkait di Jawa Timur.

"Kami berharap penggunaan stearin dari kelapa sawit dapat mendorong industri batik yang lebih berkelanjutan dan halal," katanya dalam rilis BPDPKS pada Kamis, 24 Oktober 2024.

Kabupaten Pacitan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu produsen kelapa sawit dengan luas perkebunan lebih dari 19 ribu hektar. Petani swadaya di daerah ini diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit mereka.

Selain itu, workshop ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya diversifikasi produk turunan sawit. Dengan demikian, industri kelapa sawit tidak hanya berfokus pada pangan dan energi, tetapi juga dapat menembus sektor industri kreatif seperti batik.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindustrian Kabupaten Pacitan, serta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang. (TESTI PRISCILLA/H)