SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Pemerintah Kecamatan Permata Kecubung, Kabupaten Sukamara akan menghidupkan kembali budaya-budaya yang ada untuk menambah daya tarik wisata diwilayah tersebut. 

Dengan kembali hidupnya kegiatan kebudayaan, maka masyarakat dapat menghargai keanekaragaman dan kekayaan tradisi yang ada di Kabupaten Sukamara. 

Camat Permata Kecubung Maryadi mengatakan, saat ini beberapa kebudayaan yang ada di daerahnya memang sudah mulai tergerus, sehingga pihaknya akan berupaya untuk memunculkan kembali, salah satunya adanya budaya Begandang.

Pelestarian budaya Begandang sangat penting untuk menjaga identitas dan warisan, dimana budaya ini mencakup ritual, seni, dan tradisi. 

“Jadi budaya yang sudah mulai dilupakan ini kita angkat kembali, seperti melamang, begendang dan berayah,” ucap Maryadi, Kamis, 24 Oktober 2024.

Dia berharap, dengan memunculkan kembali acara-acara kebudayaan dapat memberikan dampak terhadap promosi pariwisata yang ada di Kecamatan Permata Kecubung, dimana terdapat banyak potensi pariwisata diwilayah tersebut, seperti Jurung Rayo, Siringan di Bukit Surungkangan dan Siringan di Bukti Panjang di Nibung Terjun.

“Potensi Pariwisata ini mau kita explore. Dan Alhamdulillah ini ada banyak dukungan dari kelembagaan adat, yakni DAD, Kedamangan dan Mantir,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayan Disdikbud Sukamara, Alhamdani mengatakan bahwa budaya Begandang biasa dilakukan diwaktu-waktu tertentu, seperti acara syukuran panen padi, menyapat tahun, membuang buai, dan tuba adat.

“Begandang ini juga biasa dilakukan saat menyambut tamu. Dalam budaya Begandang itu ada seni tari dan musik,” kata Alhamdani.

Dia menambahkan, bahwa pemerintah mendukung terhadap desa-desa yang ingin kembali menghidupkan budaya-budaya di Bumi Gawi Barinjam dengan memberikan bantuan terhadap apa yang dibutuhkan.

“Kita mendukung, pihaknya bisa mengajukan proposal kepada dinas untuk bantuan baju maupun alat-alat lainnya,” tukasnya. (NORHASANAH)