SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukamara optimis bisa menurunkan jumlah kasus TBC di Kabupaten Sukamara. Diketahui target bebas Tuberkulosis sudah dimulai sejak 2020.

Kepala Dinkes Sukamara, Ari Junita mengatakan bahwa upaya yang pihaknya lakukan dalam penanggulangan TBC adalah dengan memperkuat koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB).

"Kabupaten Sukamara sendiri masih ada yang terinfeksi TBC, artinya masih ada kasus TBC di Sukamara dan kita harus berupaya melalui rakor ini agar jadi nol kasus TBC," ucap Ari Junita pada rakor percepatan pembangunan tuberkulosis di aula Bappeda, Kamis 24 Oktober 2024.

Pihaknya telah mempersiapkan berbagai langkah strategis yang melibatkan lintas sektor, dengan tujuan agar penanggulangan TBC di Kabupaten Sukamara bisa lebih cepat dan efektif.

Kasus TBC masih menjadi penyakit terbesar di dunia dan Indonesia menduduki peringkat ke-2 dengan kasus TBC terbanyak. 

“Karena itu yang diperlukan koordinasi antar OPD untuk menguatkan kembali tim ini dalam menjalankan fungsinya masing-masing,” ujarnya.

Program yang disusun oleh Dinas Kesehatan meliputi peningkatan deteksi dini, pengobatan yang lebih intensif, serta kampanye penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan tuberkulosis. Upaya ini diharapkan dapat menekan angka penyebaran TB dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengobatan tepat waktu.

"Dengan memperkuat koordinasi bersama listas sektor, Kami optimis target penurunan kasus TBC bisa tercapai,” tukas Ari Junita. (NORHASANAH/R)