BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, Jimmi WS Hutagalung, menanggapi dan memberikan penjelasan terkait dugaan puluhan pelajar dan guru SMK Negeri 1 Tamiang Layang yang terjangkit virus hepatitis A. Dugaan ini mencuat setelah sejumlah siswa dan guru mengalami gejala yang mirip pada tanggal 22 Oktober 2024.
"Memang benar, pada tanggal tersebut, beberapa siswa dan guru dari SMK Negeri 1 Tamiang Layang datang berobat ke fasilitas kesehatan dengan keluhan lemas, demam, mual, muntah, dan nyeri di ulu hati," ungkap Jimmi saat dikonfirmasi pada Kamis, 24 Oktober 2024.
Namun, meski kasus ini memunculkan kekhawatiran di masyarakat, Dinas Kesehatan belum menetapkan kejadian tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), seperti yang beredar melalui pesan berantai di aplikasi WhatsApp. Hingga kini, kasus tersebut masih dianggap sebagai wabah.
"Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini KLB atau tidak. Kami masih menunggu hasil laboratorium dari Balai POM Palangka Raya. Status KLB baru bisa diputuskan setelah hasil tersebut keluar," jelasnya.
Dinas Kesehatan langsung merespons laporan ini dengan cepat. Puskesmas Edison Jaar diperintahkan untuk melakukan pemeriksaan epidemiologi di sekolah dan mengambil sampel makanan dari kantin SMK Negeri 1 Tamiang Layang, serta dari penjual makanan yang biasa berjualan di sekitar sekolah. Sampel tersebut telah dikirim ke laboratorium di Palangka Raya untuk dianalisis.
"Kami sudah mengirim sampel makanan ke Balai POM dan saat ini masih menunggu hasilnya," kata Jimmi.
Selain pengambilan sampel, petugas Puskesmas juga memberikan penyuluhan kepada pihak sekolah, pengelola kantin, dan penjual makanan dari luar sekolah. Penyuluhan ini berfokus pada peningkatan kesadaran mengenai keamanan pangan, higiene, sanitasi, dan pola hidup bersih.
Sebagai langkah pencegahan, Jimmi mengimbau masyarakat Barito Timur untuk selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta lebih teliti dalam memilih makanan yang dibeli maupun dikonsumsi.
"Saya tidak melarang untuk membeli jajanan, namun penting bagi masyarakat untuk memastikan kebersihan makanan dan cara penyajiannya. Selalu biasakan mencuci tangan sebelum makan dan mengonsumsi makanan yang sehat," tambahnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/J)









