BORNEONEWS, Palangka Raya - Kongres Nasional XIX Pemuda Katolik resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama RI, Suparman, yang mewakili Menteri Agama. Acara yang berlangsung di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada Kamis malam, 24 Oktober 2024 ini dihadiri oleh lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Suparman mengapresiasi tema kongres yang diusung, yaitu “Komitmen Pemuda Katolik Mengawal Keberlanjutan Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045”. Ia menilai tema ini sangat relevan dan menunjukkan peran strategis Pemuda Katolik dalam proses pembangunan nasional, khususnya dalam menyongsong usia 100 tahun Indonesia pada tahun 2045.
Suparman menjelaskan bahwa kongres ini memiliki beberapa tujuan penting, termasuk perubahan dan penetapan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, serta memastikan bahwa organisasi ini mampu beradaptasi dengan tantangan zaman.
"Pemuda Katolik harus tetap relevan dan progresif dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia," tegasnya.
Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Pemuda Katolik mampu menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, dan makmur.
"Saya yakin Pemuda Katolik mampu menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, dan makmur," kata Suparman.
Ketua Kongres Nasional Ke-XIX Pemuda Katolik, Bama Adiyanto, menyampaikan bahwa kongres ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta yang berasal dari berbagai Komisariat Daerah atau Komda dan Komisariat Cabang atauKomcab. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi dan kota Palangka Raya, serta Keuskupan Palangka Raya atas dukungan penuh yang diberikan.
Bama menambahkan bahwa panitia pelaksana telah bekerja keras untuk menyukseskan kegiatan kongres ini.
"Saya sangat bangga pada panitia pelaksana yang sangat solid bekerja mempersiapkan kegiatan ini didampingi Ketua Komda Kalteng Freddy Simamora," ujarnya.
Kongres ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang akan membawa organisasi Pemuda Katolik semakin maju dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
"Kami berharap kongres ini dapat menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas dan kerjasama antar anggota Pemuda Katolik di seluruh Indonesia," kata Bama.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Pemuda Katolik siap mengawal keberlanjutan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Kongres ini juga menjadi momentum penting bagi Pemuda Katolik untuk memperkuat komitmen dan sinergi dalam pembangunan nasional.
"Selamat berkongres kepada seluruh peserta, semoga dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang baik dan strategis untuk kemajuan bangsa dan negara," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/j)









