BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Hendra Purnama Yadi, yang lebih dikenal dengan nama Indra Al Fian, adalah sosok inspiratif yang telah mendedikasikan dirinya sebagai relawan selama lebih dari sebelas tahun di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Tinggal di sebuah gang sempit di Kelurahan Baru, Pangkalan Bun, Indra bersama istri dan anaknya menjalani kehidupan yang sederhana, namun penuh makna.
Indra, yang kini berusia 42 tahun, memulai perjalanan sebagai relawan dari niat tulus untuk membantu masyarakat. Meski kehidupan pribadinya tidak berlebih secara ekonomi, ia merasa panggilan hati untuk terus berbagi. Baginya, kebahagiaan yang dirasakan ketika melihat senyum dari mereka yang ia bantu adalah sesuatu yang tak ternilai.
“Bisa melihat masyarakat terbantu dan senyum mereka, itu luar biasa senang dan bahagianya. Saya bangga, pokoknya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ungkap Indra dengan mata berbinar.
Sebagai anggota Komunitas Lentera Kotawaringin Barat dan sukarelawan di Palang Merah Indonesia (PMI) Kobar, Indra tidak hanya berjuang dalam aksi sosial, tapi juga mengatur waktu antara pekerjaan, keluarga, dan kegiatan relawan. Meski harus 'mencuri-curi' waktu, ia selalu berusaha menjalankan tanggung jawabnya dengan sepenuh hati.
“Bisa dibilang saya nyuri-nyuri waktu, baik di PMI maupun di Lentera. Karena di Lentera tidak terikat jadi mudah mengatur waktunya, dan untuk di PMI ada jadwalnya, jadi bisa rolling dengan rekan relawan lainnya,” jelasnya.
Salah satu momen paling berkesan bagi Indra adalah saat ia membantu seorang wanita tua asal Pulau Jawa yang tidak memiliki tempat tinggal. Melihat kondisi nenek yang terlantar membuatnya semakin merasa terpanggil untuk membantu mereka yang membutuhkan, terutama orang-orang yang hidup dalam kekurangan.
--page
“Saya sangat kasihan melihat kondisi beliau. Sudah tua renta namun tidak ada yang merawatnya. Dari situ saya semakin merasa terpanggil, ketika ada laporan orang yang memerlukan bantuan, terutama mereka yang kurang mampu,” kata Indra dengan suara penuh empati.
Indra sendiri bukanlah sosok yang hidup berkecukupan. Bahkan, ia sempat bertanya-tanya dalam hatinya, mengapa ia terus membantu orang lain, sementara dirinya sendiri tidak selalu mendapatkan bantuan. Namun, ia selalu kembali mengingat bahwa menjadi relawan harus dilakukan dengan ikhlas.
“Tentu, dengan doa-doa masyarakat yang kita bantu, pasti ada jalan kemudahan yang diberikan Allah SWT. Alhamdulillah, selama saya turun di dunia relawan sampai sekarang, saya dibantu rehab rumah dari KIM Property, dan ada seseorang yang juga membantu secara finansial hingga saya bisa menikah. Prinsipnya, ketika kita berbuat untuk orang lain, kebaikan itu akan kembali pada kita,” tuturnya penuh keyakinan.
Kegiatan yang dilakukan Indra sebagai relawan bersama rekan - rekan komunitasnya, yaitu membantu warga yang kurang mampu untuk mengurus pengobatannya, dengan cara melakukan penggalangan dana ke masyarakat.
Kemudian juga melaksanakan kegiatan berbagai melalui program jumat berkah. Tidak hanya fokus kegiatan dalam kota, pihaknya juga melakukan penggalangan dana untuk korban musibah yang berada diluar kota.
Bagi Indra, kesadaran masyarakat Kobar terhadap kegiatan sosial dan kerelawanan sudah sangat luar biasa. Setiap kali ada musibah, respon dari masyarakat untuk memberikan bantuan sangat positif.
--page
“Masyarakat Kobar luar biasa. Ketika ada musibah dan kami posting di sosial media untuk penyaluran bantuan, responnya luar biasa. Mereka memberikan bantuan apa saja,” tambahnya.
Tidak hanya di dalam kota, antusiasme masyarakat Kobar untuk membantu bahkan menjangkau wilayah-wilayah di luar Pangkalan Bun. Mereka selalu siap untuk mengulurkan tangan tanpa memandang batas wilayah.
Di akhir perbincangan, Indra Al Fian memberikan pesan kepada masyarakat, terutama anak-anak muda yang ingin menjadi relawan. Ia menekankan pentingnya niat yang murni dalam membantu sesama.
“Mari kita hidupkan kembali gotong royong atau saling membantu. Untuk masyarakat Kobar yang ingin bergabung menjadi relawan, harus saling mendukung, baik antar relawan individu maupun komunitas,” pungkasnya. (DANANG/Y)









