BORNEONEWS, Sampit – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Shalahuddin mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun tenaga kontrak, untuk rutin berolahraga demi menjaga kesehatan. Menurutnya, kesehatan merupakan penunjang utama kinerja yang optimal di lingkungan pemerintahan.
Shalahuddin menekankan bahwa menjaga ketakwaan, keharmonisan keluarga, dan kesehatan adalah tiga faktor penting bagi para ASN agar dapat menjalankan tugas dengan baik.
"Yang pertama adalah takwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, ini paling utama. Dengan keimanan yang kuat, kita memiliki sandaran yang kokoh, sehingga pelaksanaan tugas dapat dilakukan dengan lebih baik," kata Shalahuddin, Jumat, 25 Oktober 2024.
Selain itu, keharmonisan keluarga juga menjadi perhatian Shalahuddin. Ia menekankan bahwa kondisi keluarga yang damai dan sejahtera sangat berpengaruh terhadap kinerja ASN.
"Kalau keluarga tidak tenang di rumah, tugas juga tidak akan berjalan dengan baik. Maka, keluarga harus damai, tenteram, dan sejahtera," ujarnya.
--page
Shalahuddin menambahkan menjaga kesehatan fisik menjadi prioritas penting. Ia mengimbau ASN untuk rutin berolahraga dan mengatur pola makan agar tubuh tetap bugar.
"Seperti kegiatan pagi ini, kita berolahraga bersama. Selain itu, asupan makanan juga harus dijaga. Misalnya, bagi yang memiliki kondisi tertentu seperti diabetes, perlu mengatur pola makan dengan baik," katanya.
Ia juga menyinggung pentingnya berpuasa sebagai alternatif menjaga kesehatan, namun hanya jika memang diperlukan. "Kalau memang perlu puasa, silakan. Tapi kalau tidak, cukup dengan menjaga makanan. Yang penting, tubuh harus sehat agar tugas dapat dijalankan dengan lancar," imbuh Shalahuddin.
Melalui tiga poin utama ini, takwa, keharmonisan keluarga, dan kesehata, Shalahuddin berharap seluruh ASN di Kotim dapat meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Saya selalu menekankan tiga hal ini kepada ASN kita agar tugas-tugas pemerintahan berjalan dengan baik," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









