BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangkaian Seminar Nasional Gebyar Investasi Syariah 2024 oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Divisi Pasar Modal Syariah PT Bursa Efek Indonesia, Irwan Abdalloh, memberikan pemaparan mengenai pengenalan pasar modal syariah kepada para mahasiswa.
Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda.
Irwan Abdalloh menjelaskan bahwa investasi di pasar modal syariah memiliki banyak varian efek syariah yang dapat dipilih oleh investor.
"Saat ini, terdapat 601 saham syariah, 342 sukuk, dan 252 reksa dana syariah yang tersedia di pasar modal syariah," ungkap Irwan.
Varian ini memberikan berbagai alternatif investasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Lebih lanjut, Irwan menekankan pentingnya penggunaan Sharia Online Trading System atau SOTS dalam transaksi efek syariah.
"Transaksi di pasar modal syariah dilakukan menggunakan Sharia Online Trading System atau SOTS yang mengacu pada ketentuan-ketentuan syariah, seperti pelarangan margin trading dan pembatasan transaksi hanya memperdagangkan saham syariah," jelasnya.
Irwan juga menyoroti bahwa pasar modal syariah memberikan peluang investasi yang aman dan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
"Dengan adanya berbagai varian efek syariah, investor dapat memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan prinsip syariah," tambahnya.
Hal ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak mahasiswa untuk berinvestasi secara bijak dan sesuai dengan nilai-nilai agama.
Seminar ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah selaku pihak yang menyelenggarakan kegiatan, dan Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah. Mereka turut memberikan dukungan dan apresiasi terhadap upaya peningkatan literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami pentingnya investasi syariah dan bagaimana cara berinvestasi yang baik dan benar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
"Investasi yang baik dan sesuai syariah akan membantu mahasiswa dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak dan bertanggung jawab," tutup Irwan. (TESTI PRISCILLA/H)









