BORNEONEWS, Seruyan - Mayoritas para pencari kerja kalangan masyarakat umum terutama yang berasal dari latar pendidikan rendah di Kabupaten Seruyan, hingga kini masih terfokus pencarian kerja pada perusahaan besar swasta (PBS) sawit. Mengingat hampir sebagian besar perusahaan yang terdapat di Seruyan merupakan perusahaan sawit.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Pariwisata (Disnakertranspar)  Kabupaten Seruyan, Megantoro, berkaitan tingkatan pencari kerja terutama berkaitan jumlah penyaluran tenaga kerja yang ditangani dinasnya memang tidak terlalu banyak. Sebab tidak semua pencari kerja mendaftar atau melamar pekerjaan disebuah perusahaan melalui kantor dinas yang dipimpinnya. 

Alasan utama mereka (pencari kerja), mengingat jarak lokasi menuju kantor dinas tenaga kerja yang mau disambangi dirasa cukup jauh dan harus mengeluarkan biaya lebih untuk transportasi, terutama bagi mereka yang tinggal di kecamatan-kecamatan yang jauh dari ibukota kabupaten Kuala Pembuang, seperti Kecamatan Danau Sembuluh, Hanau, Seruyan Raya, Danau Seluluk, Batu Ampar, Seruyan Tengah ataupun kecamatan lainnya.

"Biasanya mereka yang jauh dari Kuala Pembuang, langsung melalui pihak kecamatan setempat atau datang langsung melamar kerja ke perusahaan yang diminati," kata Megantoro, Jumat (2/9/2016).

Sementara terkait perekrutan tenang kerja atau karyawan oleh pihak perusahaan perkebunan, Megantoro kembali menekankan, agar perusahaan dapat memprioritaskan penerimaan calon tenaga kerja lokal daerah Seruyan. 

"Perusahaan harus bisa memprioritaskan warga lokal dalam menjaring dan menerima karyawan barunya, sepanjang sesuai kebutuhan perusahaan yang diperlukan serta sesuai dengan persyaratan yang diminta. Warga lokal khususnya yang tinggal disekitar kebun perusahaan harus diprioritaskan lebih dulu," pinta Megantoro. (PARNEN/m)